Cerpen – LAYANG LAYANG. fille cerpen
Abdulrachman Saleh S.
Banyak layang layang yang terbang di langit biru yang cerah dengan angin yang sangat sederhana. layang layang sering dimainkan secara pribadi, secara kelopok atau, dilombakan secara nasional atau secara Internasional. Layang layang dijadikan suatu hiburan tersendiri atau suatu olah raga ringan ketika kita menarik layang layang besar. Kita sering menikmati kalau lagi asik berada layang sehingga jika ada lawan kita putus benang kita yang menang akan bangga. Sedang putus layang, benang melambai turun kebawah segera ditarik oleh lawan yang kalah sedang layang putus melayang layang di langit cerah.
Sering terjadi kehidupan ku seperti layang layang putus talinya, tanpa kendali, sering pikiranku melayang layang seperti layang layang putus. Arahan layang putus tak terarahkan, sudah tentu arahnya akan kemana, nyangsang di pohon atau jatuh ke kali atau ke laut atau ke jalan raya atau jatuh di atap genteng rumah penduduk. Atau jatuh di daerah perkampungan yang nantinya diperebutkan anak kampung untuk menguber/memburu layang-layang.
Tapi pikiranku yang sering melayang layang tanpa arah tujuan dan yang pasti pikiranku yang dilayangkan itu hampir semua hayalan dan hayalan yang belum tentu akan menjadi kanyataan.
Pernah pikiranku melayang untuk itu, ketika itu aku seolah olah jadi sang penguasa yang akan mengusai semua apa yang aku mau, jika perlu aku ingin menjadi penguasa laut bumi dan daratan.
Disana aku akan menduduki tahta kesombongan dan keangkuhan yang seperti penguasa penguasa bumi. Seperti dalam judul lagu
Wahai Engkau penguasa bumi dan Sorga. Tapi untuk menguasai segala itu aku harus bersekutu dengan setan jin atau iblis laknat.
Itu aku tak berminat. Aku ingin menguasai dengan pikiranku dan kemampuanku sebagai manusia biasa. Pikiranku melayang lagi kadang aku melayang beripikir untuk menjadi orang biasa yang tidak ingin ada ambisi apa-apa. Atau seperti tukang bikin ceritera bisa aku ada di posisi mana? yang mengatakan aku sebagai apa? peran aku dalam ceritera. Sekarang aku ingin peranku disini sebagai rakyat jelata(sekarang tidak ada rakyat yang jelata yang ada sekarang, rakyat yang kurang ada), yang ingin aku inginkan aku jadi penguasa. Seperti ceritera Novel Sutan Iskandar ‘Kadak ngendak jadi lembu’ mana mungkin yah walau dipaksakan juga. Tapi toh ini pikiran orang yang lagi melayang-layang sambil ber angan seperti ceritera-ceritera di TV swasta banyak orang orang miskin yang seakarang lagi diangkat ke layar kaca dan mendapat hadiah dari para penderma. Katanya TV dulu cuma hanya berkisar di dunia gedongan dan lokasi dan fasilitas mewah. Sekarang TV sudah mulai bisa mengetengahkan ceritera rakyat-rakyat yang masih belum punya apa-apa .
Begitulah aku masih melayang ceriteraku entah masih dimana. Aku melayang kadang belum punya ide untuk berceritera padahal di depan Notebook (Laptop) ku jariku sudah menari-nari atas huruf-hurufnya. Kata apa atau kalimat apa yang akan kutuangkan dan aku akan berperan sebagai apa juga belum dapat menulisnya. Aku melihat kadang acara TV yang banyak ceritera itu – itu saja tak ada beda dengan ceritera klasik rumah tangga penyelewengan, selingkuh, percerain, warisan, perebutan harta, dan macam sejenisnya, sangat klasik ceriteranya, Siaran yang banyak dinenuhi iklan-iklan yang betebaran tidak banyak untuk mendidiknya yang penting laku produknya, ceritera cinetron yang diuber (kejar tayang) hingga menghasilkan ceritera apa adanya. Penayangan dan penanganan yang hanya beda di kata yangan dan nganan tidak tersentuh tuntas oleh kritik dan saran oleh siapun apalagi dari aku yang hobinya cuma melayang-layang sambil menerawang masuk kedalam tubuh tubuh pengelola segala siaran tak digubriskan. Aku disini mau duduk disini sebagai apa? apa aku hanya sebagai tukang kritik atau sebagai penghimbau atau sebagi sisi pengelola siaran atau sebagai yang punya TV dan menggaji Karyawan. Atau aku berttanya sebagai rakyat kecil atau aku berperan sebagai penguasa yang memegang peranan informasi dunia untuk menyesatkan mereka. Hanya semata mencari kuntungan belaka. Aku bertanya sebagai apa. Lalu piranku melayang dan aku berpikir kemasa bodohan yang ada itu bukan urusanku itu urusan badan pengelola, badan sensor dan yang punya program-program lainnya. Lalu protes sebagai apa, aku protes. Atau aku tak mau nonton TV sertiap hari cukup empat tahun sekali itu karena Piala dunia, Atau aku tidak sama sekali nonton itu ketinggalan Informasi.
Masih aku melayang seperti layangan yang belum mau jatuh ke tanah. Aku takut seperti layang-layang yang mau hampir jatuh direbut anak-anak pengejar layang-layang kalau tertakap bagus tapi jika tidak tertangkap habis terkoyak koyak layangannya.
Begitu aku juga berpikir apakah aku akan terkoyak koyak dengan protes yang akan dipersiapkan untuk memprotes panggung kehidupan yang semakin yang semakin jauh dari semestinya, jauh dari tuntunan Agama dan sudah tidak punya etika. dan tidak punya iba yang ada hanyalah kekerasan yang akan aku dapatkan nantinya. Tapi aku tak mau begitu pasif sebagai warga negara aku tetap seperti semula membela anak bangssa dan membela siapa yang patut untuk dibela. Ini sebetulnya kewajiban kita anak muda.
Ceritera ini saya habiskan dulu sampai disini karena aku masih belum punya ide untuk selanjutnya jangan sampai kaya pengarang terkenal yang menghabisi dirinya dengan bunuh diri karena katanya ceritera-ceriteranya sudah habis dan habis pula ide-idenya. Sehingga ia menghabisi dirinya dengan bunuh diri. Kalu aku lain setelah habis ideku aku bangun ke kamar mandi ambil air wudhu sholat sunat kalau pagi sholat Dhuha kalau malam aku sholat Tahajut. Pasti Allah akan menuntun kita mendapatkan ide-ide untuk menulis lagi. Penat pikiranku yang tadi melyang-layang untuk apa lagi yang kutulis. Kini pikiranku mulai jernih dan aku ingin menulis apa?, aku disini. Seperti aku menulis surat untuk rekan-rekan sejawat, keluarga anak istri dan handai tolan yang ada di bumi aku ingin menulis seperti berbentuk prosa atau setengah puisi.
Untuk saya bagikan kepada yang membaca tulisanku ini :
“Aku kiniya
sangat bahagia hidup cukup adanya punya rumah tidak punya yang mewah tapi cukup untuk meneduh sekeluarga.
Punya anak jumlahnya lima walau satu sudah tidak ada, diapnggil yang Maha Kuasa.
Aku punya cucu banyak jumlahnya tidak kira lebih dari lima yaitu cukup tujuh saja
Punya teman-teman baik semuanya
tidak ada satupun yang kubenci mereka
seandainya ada yang jahat padaku aku tetap mencintainya
Aku sekarang rajin beribadah karena usia tinggal seberapa
karena jemputan sebentar lagi tiba
lambat atau cepat pasti datang jua
Aku sekarang rajin menulis dikirim ke mana mana
terutama aku menulis artikel mengenai agama
Tapi tidak itu saja akau menulis cerpen, novel, puisi,atau ceritera lainnya
artikel hukum hukum terutama hukum perdata
dan hukum agama
Aku cukup bahagia lebih bahagia kurasa
bisa mengajar bahasa
Aku bisa mengajar pembukuan yang sekarang disebut akutansi katanya tapi sama saja.
aah masih banyak yang akan aku ceriterakan sekarang aku mau nulis tentang agama.
aku mau semua mau membaca tulisanku ya”.
Kututup tulisan ku dengan aku selalu berdoa “Ya Allah semoga saya selalu mendapatkan anugrah dan barokah untuk mendapatkan ide ide menulis yang bisa bermanfaat bagi pribadi, keluarga, negara dan bangsa. Sumbangsih saya tidak ada hanyalah kata dan kata yang bisa aku buat untuk disumbangkan itu saja. Dan sehatkan saya, agar saya bisa membuat kata dan kata. Dan berikan saya rejeki, untuk membeli yang saya bisa membelinya karena manfaatnya bukan karena murahnya, terutama fasilitas untuk menulis. Engkaulah yang maha kasih lagi maha penyayang, sang kasihnya tidak terbilang.
Ya Allah Berilah saya waktu yang cukup untuk bisa berbuat sesuatu yang bisa membuat kata ke kata yang cukup waktu.
Ya Allah hanya engkaulah yang bisa membantu umat-MU yang butuh dan, ya Allah engkau yang lebih tahu lahir maupun batin, yang tampak maupun yang tidak tampak. Ya Allah hanya itu yang aku bisa memohon padamu, karena aku tidak bisa berbuat kata banyak ketika dihadapan-MU.
Kepada teman-teman, handai tolan dan sanak keluarga, dimana saja.
Aku menggulung sejadah yang baru menyelesaikan sholat malam dan sebentar, beberapa menit lagi menjelang subuh.
Ku beranjak menuju note book lalu kuakhiri tulisan-tulisan ini semoga bermanfaat. Ada kata bijak “untuk apa hidup ini hanya berguna untuk diri sendiri, alangkah baiknya juga hidup berguna bagi orang banyak, begitu kata dan kata semoga berguna bagi saya sendiri dan bagi kita semua teman.
Cakil (catatan kecil) q-adul
E-mail q_adul@yahoo.com
http://d-humaniora.blogspot.com
Google d_yak
Rondang :
kukirimi kamu pantun dari Tanah Batak Medan Simalungun semoga kamu senang.
BATAK
Di Tanah Batak, yang terletak di Sumatera utara, kita mendapati pelbagai bahasa yang masing-masing telah mengahasilkan beberapa bentuk sastra lisan , syair, pantun, pepetah , mantra dan dongeng, merupakan bentuk-bentuk yang ada pada bahasa bahasa itu.
Rangkaian pantun yang dikutip (dicatat lagi oledh aku) dalam bunga rampai ini ternyata bisa berdiri sendiri, tetapi bisa juga bebrapa diantaranya dibaca sebagai suatu rangkaian yang mempunyai kaitan erat .
Dan Orang Simalungun mempergunakan pantun pantun ini dalam pelbagai upacara adat. Rondang Garnida Toradjita Simatupang,tulisan ini kuambil dari Anthology of Asean Literatures Oral Literature of Indonesia - Indonesian Edition – Diterbitkan dengan bantuan THE ASEAN Committe on Culture and Information thn 1983.
UMPASA NI SIMALUNGUN PANTUN SIMALUNGUN
Dulang sidua rupa Jarak yang berupa dua
Goranni bulung-bulung Nama suatu daun
Ulang ma hita lupa Janganlah kita lupa
Adatni Simalungun Adat Simalungun
Ibuat namin pulut Ambillah getah
Han hayu sidabintang Ambillah kayu sidabintang
Horasa nasiam suhut Selamat pada yang punya
hajat.
Sonai homa naiundang Begitu pula dengan yang
diundang.
Goratni sini purba Mempelam dari Purba
Solot bani hmpawa Sangkut di pohon kempawa
Borit do hape jolma Sakit ruanya orang
Nagirah lang marbapa Yang lekas tak berbapa
Sada manukku mirah seekor ayamku merah
Padua manuk kulabu yang kedua ayam kelabu
Sangapni na marinang Nasib baik yang beribu
Mardilou mangan hujabu Ada yang mengundang
makan ke rumah.
Tubuh ma lata-lata Tumbuhlah lata-lata
Ibaboni hompoan Di atas pondok tua
Age sonon na masa Biarlah begini keadaanya
Ulang hita holsohan Janganlah kita mengeluh
Ningku pe lang arirang kukatakan pun tidakseludang
Anggo lang arirang lanmtei Kalua tidak seludang lantai
Ningku pe lang sirang Kukatan pun bukan bercerai
Anggo lang marsirang matei. Kalau tidak bercerai mati
Holi-holi ni batang Tulang-tulang belakang
Sanjongkal tulang bolon Sejengkal paha besar
Masihon namin badan Badan sudahlah rindu
Lingot dolog Simbolon Terhalang gunung Simbolon
Sihala urpi urpi Kincung tajam-tajam
Urphi bulung humpawa Tajam daun kempawa
Sonaha pe horitni Bagaimanapun sakitnya
Langdong tarhorom tawa Tak tertahan tawa
Lang be na tarrongitkon Tak dapat lagi dikoyakkan
Paganan ma ironggotkon Lebih baik direnggutkan
Lang be na tarboritkon Tak tertahan lagi sakitnya
Paganan ma itartawahon Lebih baik tertawa
Sada sikortas kajang Sehelai kertas kajang
Dua sikortas lipat Dua kertas lipat
Sadokah ahu marlajang Selama aku merantau
Sadang pelang mardingat Tak seorangpun yang menginat.
Isuan namin kasang Ditanam kacang
Borong pelang marbuah Kacang tak berbuah
Isuba namin lajang Dicoba juga berkelana
Gotong pe lang marubah Namun hati tak berubah
Lutu-lutu lamajang Gempar semut-semut
Dalan hu Tanjung Muda Jalan ke tanjungmuda
Ulang boton marlajang Tak usah kakanda berkelana
Ijonhita marhuta Tinggal di sini kita bersama
Ulang sonin lajamu Jangan begitu lengkuasmu
Marbalos pinta-pinta Berbalas segala pinta
Ulang sonin hatamu Jangan begitu bicaramu
Marbotou dope hita Kita masih bersaudara
Anggo marbalos pinta-pita Kalau berbalas segala pinta
arirang hape pandang Seludang lah rupanya pandan
Anggo marbotou dape hita Kalua kita bersaudara
Marsirang hape padan Bercerailah rupanya badan
Adong panrahut sihor Ada pengikat sihor
Aha panrahut soban? Apa pengikat kayu api
Adong ma tambar sihol Ada obat rindu
Aha ma tambar somal? Apa obat abadi?
Lang be marbintang pahu Tak berbintang paku
Hubanani sampilpil Ke bawah pohon pimping
Lang be marbilang ahu tak masuk kira aku
Hubani nasiam pemimpin Kepada tuan-tuan
pemimpin
Ia sipanpan sipan Ada simpangan sipan
Sipan manjalur-jalur Sipan berjalur-jalur
Ia menomboh sihol Rindu sudah mendalam
Iluh marbalur-balur Air mata berberai-derai
Laklak marsampur lading Kulit bercampur kayu
Pahu mambayu pandan Paku menganyam pandan
Halak marlajar doding Orang belajar temabang
Ahu manohon padan Aku merenung untung
Pinah-pinah ni unte Buah jeruk penghabisan
Itimpal maraloling Dilemparkan bergema
Nengel pinggol ni umbe Pecah anak telinga besan
Ijon hanami mandoling Di sini kami bernyanyi
Bintartar pe bintutur Pohon kayu bintartar
Iodun-ondun bodat Digoyang-goyang kera
Lang be sompat marturtur Tak sempat kita bertutur
Iayak ari golap Karena hari sudah gelap
Mardeban marnapuran Makan sirih berkapur
Mangissop martimbahou Merokok bertembakau
Marlegan ma untungan Berlainan nasib
Marimbanghaou parlahou Bergantung kepada tabiat.
Soni hinagergormu Begitu kemerah-merahan-
mu
Piga bulung honasmu? Berapa daun nenasmu?
Soni hinajongesmu Begitu kecantikanmu
Piga tuhor omasmu? Berapa emas kawinmu?
Obuk-obuk ni sihor Niang-ninang sihor
Tading i Peneitongah Tinggal di Pancitengah
Anggo ham pelang masihol Kalau tuan tiada cinta
Ahu pelang martonah Akupun tak memanggil
Pisau ni halak bandar Pisang orang bandar
Ihutan Senaman Dikampung senaman
Rajin ma ham marlajar Rajin-rajin kamu belajar.
Ase adong arapan Supaya ada harapan.
Uratni pege Purba Urat lengkuas purba
Terus hapi ampuspus Terus kayu ampuspus
Sayur nasiam matua Lanjutkan usia anda
Hora anak ipupus Selamat anak cucu
Urat ni Pege Purba Urat lengkuas purba
Dulang ranting-rantingan Jarak beranting-ranting
Sayur nasiam matua Lanjutkan usia tuan-tuan
Ulang magin-maginan Jangan sakit-sakit
Rantinghu ranting dab dab Kayu apiku kayu dadap
Ulang ipandangi Jangan berdiang disitu
Hataku hata dakdanak Cakapku cakap anak-anak
Ulang iparutangi Jangan diminta
pertanggung – jawaban
Marbuah unte jungga Berbuah jeruk asam
Boras sabur-saburan Beras bertaburan
Domma hita pajumpa Sudah kita bersua
Horas hita ganupan Selamat kita semua.
Marbuah ma papaga Berbuahlah papaga
Buah mariring-iring Buatnya berkait kait
Martuah simpambasa Selamat para pembaca
Donai homani sipangirin Begitu pula sipengirim
Dong riang-riangmu Ada riang-riangmu
Riang-riang sebetu Riang-riang sebetu
Dong riah-riahmu Ada tunanganmu
Domma ibuat begu Sudah ditangkap harimau
Marbuah balimbingan Berbuah belimbingan
Sutolu dahan-dahan Berdahan tiga
Jumpah sinimbilan Bertemu dihindari
Mengou penindahan Menghilang yang dicari
Anggo dungdung ma anduhur Kalau condonglah terkukur
Dungdung bani humpawa Condong pada pohon palma
Anggo malungun ma aku Kalau hati sedih duka
Inggal ma Tanah Raja Kenangkan Tanah raja
Habang ma lo ampilis Terbanglah burung belibis
Sosgop hupanggaruan Hingga ditempat mencelup
Ulana botou maringis Jangan kakanda bersedih
Mandashon parmaluan Mecapai cita-cita
Lampuyang sa barandang Kunyit sekeranjang
Laja-laja hutatoktok Lengkuas kutumbuk
Angkula dansa marganjang Badan cuma besar
Uhur lape hubotoh Berpikir atau belum mahir
Desep na hilap Bersabung-sabung kilat
Ibabou purbatua Diatas P:urbatua
Ise ma na lang silap Siapa yang tak silap
Manlagak na matua Melagak yang sudah tua
Pasip pe laja mi Diamkan lengkuasmu itu
sodo laja nar hordong Dukun lengkuas yang
berpelah
Pasip pe hata mi Diamkan bicaramu itu
Sedo hata na tongon Bukan bicara yang benar
Ulang madungdung buluh Jangan dimiringkan bambu
Sedo ruang ni perkis Bukan lubang semut
Ulang malungun uhur Jangan bersedih hati
Sedo padan na poltik Bukan janji yang erat
Aha ma durungonmu Apalah yang kau tangguh
Gombur parlangkitangon Cembur air perian
Aha ma sungsangon mu Apakah yang kau ulangi
Huta mondi parsirangon Kata-katamu dulu
perceraian
Sada siputar dasi Satu pemutar dasi
Dua siputar jam Dua pemutar arloji
Horas terima kasih Selamat dan terima kasih
Panbereh nasian Sumbangan tuan-tuan
Ia sitalas ari Bunga sitalas ari
Sitalas pandurduran Sitalas berjatuhan
Ia matas ma ari Kalau panas hari
Malas ma paruhuran Senanglah hati
Sada hayu marsingkam Sebatang kayu masingkam
Manangke andarasi Memanjat kayu andarkasi
Paulak naidinjam Pulangkan barang pinjaman
Nasihol simadasi Sudah rindu yang empunya
Ipantuk ma Gareja Didirikan gereja
Gareja parmingguan Tempat berdoa
Anggo Dobma mardeka Kalau sudah merdeka
Marsada paruhuran Bersatu hatilah kita
Langdong hondoran gumba Jangan dipagar gumba
Timbahou sihondoran Tembakau yang dipagar
Langdong tonggoran rupa Jangan dipandang rupa
Parlohou sitonggoran Budi baiklah di pandang
Isamon Lambei gunung Isapan nipah gunung
Asok botou maruhur enam anak-anak
Si Bagod anak-anak Pelan-pelan kakanda
berpikir
Marimbang ahu dakdanak Terhadap aku anak-anak
Melus siborudurma Laju siborudurma
Melus ibagas parik Laju di dalam parit
Ulang ham lupa Jangan kamu lupa
Mardingat ahu tading maetok Mengingat aku anak yati
piatu.
Halambir pondok-pondok Kelaparan pendek-pendek
Sajongkol dua jari Sejengkal dua jari
Hurang pambotoh nami Kami kurang pandai
Doar do iajari Baiklah dinasehati
Ijon marbuah loging Di sini berbuah mensiang
Berhuni nasian Bagian tuan-tuan
Ijon hanami mandoling Di sini kami berdendang
Boruni nasian Putri tuan-tuan
Boras ni Simbaroubou Boras Simbaroubou
Hotang sabur-saburan Rotan bertaburan
Horas hanami manortor Selamat kami meneri
Horas hita ganupan Selamat kita semua
Beras jadi halumpang Beras jadi ruang
Halumpang ni haloling Ruang sipengang
Horas ma na niundang Selamat para undangan
Horas pakon pandoding Selamat bersama biduan
Hesek-hesek ma gasing Berputarlah gasing
Namartali baion Yang bertali anyaman
Ulang be hita tading Janganlah kita ketinggalan
Ibani hamajuon Dalam kemajuan
Marboras ma lo pining Berputiklah pinang
Sonai pakon salakni Begitu juga dengan
salaknya.
Horas nasiam pamimpin Selamat Bapak pemimpin
Horas pakon rajatni Selamat bersama
rakyatnya
Narboras malo salak berputiklah salak
Ijon marbuah loging Disini berbuah mensiang
Horas ma Bapak-bapak Selamat bapak-bapak
Horas pakon pandoding Selamat bersama biduan
Mantin pe gula-gula Enakpun gula-gula
Mantin do tola-tola Lebih enak tola-tola
Mantin pe da ihuta Enakpun tinggal di desa
Mantin do marsikola Lebih enak bersekolah
Bulung galuh sitabar Daun pisang kepok
I parsaong ari udan Diperpayung kala hari hujan
Bujur hita marlajar Baik-baik kita belajar
Ase masuk bai paruhuran Supaya masuk ke dalam
hati
Dolok Simarjarunjung Gunung Simarjarujung
Tapak parsinggorahan Tapak pasanggerahan
Lalap ma uhur malungun Akan tetap berhati pilu
Anggo lang saud angan-angan Kalau tak tercapai cita-cita
I hulhul sahulhulan Digulung segalungan
Isimbok sasimbokan Ditenun sekali bertenun
Nanget marsisungkunan Pelan-pelan bertanya-tanya
Ulang marsisol-solan Jangan ada penyesalan
Ia joring hutoktok Kalau jengkel yang kuketak
Joring ma hurantingkon Jengkel juga yang
kuperanting
Ia sonin hubotoh Bagaimana aku tahu
Sonin ma hudodingkon Begitu aku nyanyikan
Gambiri topi pasar Kemiri di tepi pasar
Panjomuran saputanga Penjemuran sapu tangan
Anggo misir ham-patar Kalau berangkat kamu
besok
Gendohita marsalam tangan Baiklah kita berjabat
tangan
Baju-baju sonari Baju-baju sekarang
Meper-eper panjarumni Besar-besar jahitannya
Anak baru sonari Anak gadis sekarang
Marseleper harosuhni Bersepatu kesukaanya
Ulang ihondor gumba Jangan dipagar gumba
Timbahou sihondoran Tembakau yang dipagar
Ulang itonggor rupa Jangan ditengok rupa
Parlahou sitonggoran Kelakuan yang ditengok
Pisaumu di pisouhu Pisaumu juga pisauku
Pisou manbikbik tobu Pisau pengupas tebu
Siholmu do sihohu Inginmu juga inginku
Sihol laho mardomu Ingin bertemui tuju
Poltak mata ni ari Terbit Matahari
Margolang-golang Hotang Bergelang-gelang rotan
Ise ma-na-lang tangis Siapa yang tak tangis
Marsirang kon hasoman Berpisang dengan kawan
Hodong nibagot toras Pelepah enau teras
Ganup de marhulada Semua setengah matang
Ganup do hita horas Semua kita selamat
Itumpak Naibata Diberkati Tuhan Yang Maha
Esa
Ibagi dua tohu Dibagi dua tebu
Lantar hulabuhan Diantar keplabuahan
Damei do na porlu Damai juga yang perlu
Ibanta haganupan Bagi kita semuanya
Sao bonani loging Begitulah batang mensiang
Boras sabur-saburan Beras ditaburi
Sao ma lobei doding Hingga ini dulu dendang
Horas hita ganupan Selamat kita semua.
Marboras ma silundak Berputiklah silundak
Ijon alo saranting Di sini juga seranting
Horas nasiam mulak Selamat tuan-tuan pulang
Horas hanami tading Selamat kami yang tinggal
Sada simarlansina Satu yang tercabai
Dua Simargalunggung Dua campur galunggung
Sada ahu do sanina Hidupku sebatang kara
Mambohan na malunmgun Yang menanggung
kesedihan
Panrinjou gari dulang Penebas jarak
Panroboh ni bangkuang Penebang pandan
Pangindouhu do ai nuahu Pintakulah itu dahulu
Partodoh ni unbtungan Pada jalanan hidup
Ambit lantai do solpah Kalau lantai terjungkit
sanggah ronggot-ronggot on Ketika memasang
Aha do nasuaan Apa yang mau ditanam
Bani hotang kiskisan Pada rotan kiskisan.
Rotap ma tali toptop Putuslah tali penyokong
Bonang pe lang toguon Benangpun tiada jadi
pegangan
Rotop ma namin niak ni boltok Perut sudah teramat
kosong
Inang pelang tohuon Namun bunda tiada lagi.
Ansimun na martagan Mentimun bertambah besar
Padua na marbigou Kedua yang bertikar
Gaya ma halak mangan Waktu makan telah tiba
Sada pe lang mardilou Namun satu tiada
memanggil
Anggo hordong do langgeimu Kalau layu birahimu
Rigaton bulung birah Daunnya akan dikopyak
Anggo holong do ateimu Kalau kau sayang padaku
Ingaton do magirah Akan kuingat itu kelak
Angkap ma hondalim Tahanlah ibu hutanmu
Na hurang ambei Yang kurang redam
Taron ma uhurmu Rasakanlah hatimu
Na hurang pangkei Yang kurang teliti
Bangkurang iris langgei Bengkurang iris pelepah
Dua gonrang na guat Dua gendang ditabuh
Puang mando na pandei Tuanlah yang pandai
Ulang jolma tarjual Jangan orang terjual
Ansimun na-na mabei Mentimunlah yang matang
Bingkawan na matobu Bingkawan yang manis
Bijakan ma na matei Lebih baik mati
Asal ulang martomu Daripada bertemu.
Ihur ni loak bunta Ekor boak bengkak
Stajok simarpaman Ditusuk pohon berduri
Gogoh inang mandungkap Rajin Ibu menambal
Ase bongkot hu alaman Agar dapat masuk ke
halaman
Sihala ordong-ordong Kincung bergoyang-goyang
Erdong bulung hosaya Goyang daun bawang
Ulang ho melong-elong Jangan kau menggeleng
geleng
Sodo ho sina raya Bukannya kau orang
bekerja
Halambir ni sin Damak Tumbuhlah di dalam
Sonaha pe nini halak Betapapu kata orang
Uhurta ma ibagas Terserahlah pada kita
Harubung ni Silou Bambu dari silau
Lopei jadi Timbahou Rumput jadi tembakau
Harunrun namin sihol Rindu sudah mendalam
Manlobei na mamahol Tapi banyak halangan
Sihorhor bulung dulang Rumput daun jarak
Silantom bulung tobu Selantam daun tebu
Sihol hon na ulang Jangan ingini yang tidak
tidak
Silagat na matoba Mempertengkarkan yang
enak
Tangkap ho do hondalimu Topanglah ubi-hutanmu
Na hurang ambei Yang kurang rendam
Sungei ho do horjamu Rasakanlah pekerjaanmu
Na hurang pingkir yang kurang hati-hati
In manjala Yang menjala
In marhonong Yang menyelam
In marsalah Yang bermasalah
In manaron Yang menanggung
Songon na ibalei Seperti yang dibalai
Songon na irumah Seperti yang dirumah
Songon na lalei Seperti yang lalai
Songon na lupa Seperti yang lupa
Manjulur lipan-lipan Merayap lipan
Mangkarat onsil-onsil Menggigit serangga
Maharga do rasipan Berhargalah kacip
Iabahe demban santopik Karena sirih selembar
Untei mungkur saholbung Jeruk purtu selembah
Pandan sahirang-hirang Pandan sejaringan
Sombuh atei ni poldung Puaslah hati perantara
Hambahen kita sirang Membuat kita berpisah.
Lang be paha pordah Petai takkan berggang
Marbunga ma juragi Berbungalah rempah
rempah
Lang be basaia sondah Bukanlah dahulu sekarang
Marubah ma sonari Berubahlah kini
Nape marduri pandan Belum berduri pandan
Marduri ma bangkuang berdurilah pandan
Nape marjudi badan Belum lagi menentu badan
Marjudi ma untungan Menentukan Nasib.
Paris-paris ni udan Rintik-rintiknya hujan
Matektek hu bongbongan Jatuh ke kolam
Tangis-tangis boru ni tulang Tangis-tangis anak mamak
Hangidah ahu na magodang Melihat daku telah besar
Pintor bulung ni buluh Lurus daun bambu
Bongkou balung si tarak Bengkok daun sitarak
Pintor do namin uhur Walau benar maksud hati
Boldou do bani halak Salah bagi orang lain
Salimpotpot di hubur Kunang-kunang di kubur
Sitora dob sadari Sitora selesai sehari Pipot salah maruhur Sakit salah berpikir
Jora sahali nari Jeralah sekali lagi
Sonin dangkahni Begitu dahannya
Sonin rantingni Begitu rantingnya
Sonin Abangni Begitu abangnya
Sonin anggini Begitu adiknya
Riang-riang bulung motung Riang-riang daun kayu
Raprap bulung hampara Berjatuhan daun kempawa
Hinariah do hinabosur Kesepakatan yang membuat
kenyang.
Raprap kita tartawa Sama-sama kita tertawa
Hurawang hitei goling terawang titi goyang
Panongosan hu purba Pengiriman ke purba
Urah hape margoling Mudahlah berubah hati
Anggo si jengers rupa Kalau si cantik rupa
In ma ronggit ni solpa Itulah simpai pelepah
Si ronggit pilou-pilou Sampai bendera di kuburan
In ma borit ni jolma Itulah sakitnya orang
Nang borit pinangindou Yang buruk pinta
Padopar pe sabangmu Bunyikanlah alat tenunmu
Sabang goli-golimu Alat tenun burung-
burungmu
Mardorak pe tawamu Terbawak pun tertawamu
Sahupang pe lang bolimu Sekupang pun tak emas
kawinmu
Ranting-ranting ni hodong Ranting-ranting Pelepah
Panggaor sibak-sibak Pengorek (pengacau)
sambal durian
Mantin matani modom Enakpun matanya tidur
Marhiu ribak-ribak. Berkain koyak-koyak .
Udan sai roh Hujan terus datang
Bulung papaga so taridah Daun papaga tak nampak
Surat sai roh Surat terus datang
Boru Sinaga so taridah Boru Sinaga tak nampak
Marbunga ma silundat Berbungalah silundat
I duru ni jumangku Di pinggir ladangku
Mahua do lang sundat Adakan tak gagal
Na so manungkun bangku Kalau tak bertanya padaku
Tarahuak Semak-semak
Taronong-onong Melata-lata
Babah guak Mulut dusta
Tangan momong Tangan usil
Tatada ma ho nim Katamu kau pohon berduri
Sada pe lang durimu Satupun tak ada durimu
Parana ma ho nim Pemuda kau katamu
Sada pe lang suruimu Satupun tak ada sisirmu
Sitarak do ingkoling Sitarak lanjuang
Anggo ipaduruk Kalau dibunyi bunyikan
Rarat do in holi Menyelewenglah itu nanti
Anggo ipaturut-turuti Kalau dibiarkan saja.
Tading gupak tinggal parang
I pongkalan na bolon Di tunggal besar
Tading rupa Tinggal rupa
Salah panolon karena salah tingkah laku
Na buat lobei hodong Ambillah dulu pelepah
Ase dapat bulungni Agar dapat daunnya
Na buat uhurni tondong Ambillah hati mamak
Ase dapot boruni Agar dapat anak wanitanya
Palia sai naroboh Petai tetap ditebang
Bulung gumpa so taridah Daun gamba tak tampak
tampak
Barita sai roh Berita tetap datang
Boru Purba so taridah Boru purba takkunjung
tampak
Ihurak urat ni buluh Dikorek urat bambu
Ase dapat ampoduini Agar dapat tikus tanahnya
na buat uhur ni amboru Ambillah hati sang bibi
ase dapat anakni Agar dapat anaknya
marumbak lobei sopou on Roboh dulu pondok ini
ase tarrintakon bulung bulung Baru tertarik semua daun
marumbak do tanoh on Runtuh dulu dunia ini
ase terupahon adat ni simalugung Baru terlupakan adat
simalungun
Demikian Rondang Cakil (catatan kecil ku) untuk kamu semoga ada manfaatnya.
Abdulrachman Saleh S. (q-adul) E-mail : q_adul@yahoo.com
Cerpen – LAYANG LAYANG. fille cerpen
Abdulrachman Saleh S.
Banyak layang layang yang terbang di langit biru yang cerah dengan angin yang sangat sederhana. layang layang sering dimainkan secara pribadi, secara kelopok atau, dilombakan secara nasional atau secara Internasional. Layang layang dijadikan suatu hiburan tersendiri atau suatu olah raga ringan ketika kita menarik layang layang besar. Kita sering menikmati kalau lagi asik berada layang sehingga jika ada lawan kita putus benang kita yang menang akan bangga. Sedang putus layang, benang melambai turun kebawah segera ditarik oleh lawan yang kalah sedang layang putus melayang layang di langit cerah.
Sering terjadi kehidupan ku seperti layang layang putus talinya, tanpa kendali, sering pikiranku melayang layang seperti layang layang putus. Arahan layang putus tak terarahkan, sudah tentu arahnya akan kemana, nyangsang di pohon atau jatuh ke kali atau ke laut atau ke jalan raya atau jatuh di atap genteng rumah penduduk. Atau jatuh di daerah perkampungan yang nantinya diperebutkan anak kampung untuk menguber/memburu layang-layang.
Tapi pikiranku yang sering melayang layang tanpa arah tujuan dan yang pasti pikiranku yang dilayangkan itu hampir semua hayalan dan hayalan yang belum tentu akan menjadi kanyataan.
Pernah pikiranku melayang untuk itu, ketika itu aku seolah olah jadi sang penguasa yang akan mengusai semua apa yang aku mau, jika perlu aku ingin menjadi penguasa laut bumi dan daratan.
Disana aku akan menduduki tahta kesombongan dan keangkuhan yang seperti penguasa penguasa bumi. Seperti dalam judul lagu
Wahai Engkau penguasa bumi dan Sorga. Tapi untuk menguasai segala itu aku harus bersekutu dengan setan jin atau iblis laknat.
Itu aku tak berminat. Aku ingin menguasai dengan pikiranku dan kemampuanku sebagai manusia biasa. Pikiranku melayang lagi kadang aku melayang beripikir untuk menjadi orang biasa yang tidak ingin ada ambisi apa-apa. Atau seperti tukang bikin ceritera bisa aku ada di posisi mana? yang mengatakan aku sebagai apa? peran aku dalam ceritera. Sekarang aku ingin peranku disini sebagai rakyat jelata(sekarang tidak ada rakyat yang jelata yang ada sekarang, rakyat yang kurang ada), yang ingin aku inginkan aku jadi penguasa. Seperti ceritera Novel Sutan Iskandar ‘Kadak ngendak jadi lembu’ mana mungkin yah walau dipaksakan juga. Tapi toh ini pikiran orang yang lagi melayang-layang sambil ber angan seperti ceritera-ceritera di TV swasta banyak orang orang miskin yang seakarang lagi diangkat ke layar kaca dan mendapat hadiah dari para penderma. Katanya TV dulu cuma hanya berkisar di dunia gedongan dan lokasi dan fasilitas mewah. Sekarang TV sudah mulai bisa mengetengahkan ceritera rakyat-rakyat yang masih belum punya apa-apa .
Begitulah aku masih melayang ceriteraku entah masih dimana. Aku melayang kadang belum punya ide untuk berceritera padahal di depan Notebook (Laptop) ku jariku sudah menari-nari atas huruf-hurufnya. Kata apa atau kalimat apa yang akan kutuangkan dan aku akan berperan sebagai apa juga belum dapat menulisnya. Aku melihat kadang acara TV yang banyak ceritera itu – itu saja tak ada beda dengan ceritera klasik rumah tangga penyelewengan, selingkuh, percerain, warisan, perebutan harta, dan macam sejenisnya, sangat klasik ceriteranya, Siaran yang banyak dinenuhi iklan-iklan yang betebaran tidak banyak untuk mendidiknya yang penting laku produknya, ceritera cinetron yang diuber (kejar tayang) hingga menghasilkan ceritera apa adanya. Penayangan dan penanganan yang hanya beda di kata yangan dan nganan tidak tersentuh tuntas oleh kritik dan saran oleh siapun apalagi dari aku yang hobinya cuma melayang-layang sambil menerawang masuk kedalam tubuh tubuh pengelola segala siaran tak digubriskan. Aku disini mau duduk disini sebagai apa? apa aku hanya sebagai tukang kritik atau sebagai penghimbau atau sebagi sisi pengelola siaran atau sebagai yang punya TV dan menggaji Karyawan. Atau aku berttanya sebagai rakyat kecil atau aku berperan sebagai penguasa yang memegang peranan informasi dunia untuk menyesatkan mereka. Hanya semata mencari kuntungan belaka. Aku bertanya sebagai apa. Lalu piranku melayang dan aku berpikir kemasa bodohan yang ada itu bukan urusanku itu urusan badan pengelola, badan sensor dan yang punya program-program lainnya. Lalu protes sebagai apa, aku protes. Atau aku tak mau nonton TV sertiap hari cukup empat tahun sekali itu karena Piala dunia, Atau aku tidak sama sekali nonton itu ketinggalan Informasi.
Masih aku melayang seperti layangan yang belum mau jatuh ke tanah. Aku takut seperti layang-layang yang mau hampir jatuh direbut anak-anak pengejar layang-layang kalau tertakap bagus tapi jika tidak tertangkap habis terkoyak koyak layangannya.
Begitu aku juga berpikir apakah aku akan terkoyak koyak dengan protes yang akan dipersiapkan untuk memprotes panggung kehidupan yang semakin yang semakin jauh dari semestinya, jauh dari tuntunan Agama dan sudah tidak punya etika. dan tidak punya iba yang ada hanyalah kekerasan yang akan aku dapatkan nantinya. Tapi aku tak mau begitu pasif sebagai warga negara aku tetap seperti semula membela anak bangssa dan membela siapa yang patut untuk dibela. Ini sebetulnya kewajiban kita anak muda.
Ceritera ini saya habiskan dulu sampai disini karena aku masih belum punya ide untuk selanjutnya jangan sampai kaya pengarang terkenal yang menghabisi dirinya dengan bunuh diri karena katanya ceritera-ceriteranya sudah habis dan habis pula ide-idenya. Sehingga ia menghabisi dirinya dengan bunuh diri. Kalu aku lain setelah habis ideku aku bangun ke kamar mandi ambil air wudhu sholat sunat kalau pagi sholat Dhuha kalau malam aku sholat Tahajut. Pasti Allah akan menuntun kita mendapatkan ide-ide untuk menulis lagi. Penat pikiranku yang tadi melyang-layang untuk apa lagi yang kutulis. Kini pikiranku mulai jernih dan aku ingin menulis apa?, aku disini. Seperti aku menulis surat untuk rekan-rekan sejawat, keluarga anak istri dan handai tolan yang ada di bumi aku ingin menulis seperti berbentuk prosa atau setengah puisi.
Untuk saya bagikan kepada yang membaca tulisanku ini :
“Aku kiniya
sangat bahagia hidup cukup adanya punya rumah tidak punya yang mewah tapi cukup untuk meneduh sekeluarga.
Punya anak jumlahnya lima walau satu sudah tidak ada, diapnggil yang Maha Kuasa.
Aku punya cucu banyak jumlahnya tidak kira lebih dari lima yaitu cukup tujuh saja
Punya teman-teman baik semuanya
tidak ada satupun yang kubenci mereka
seandainya ada yang jahat padaku aku tetap mencintainya
Aku sekarang rajin beribadah karena usia tinggal seberapa
karena jemputan sebentar lagi tiba
lambat atau cepat pasti datang jua
Aku sekarang rajin menulis dikirim ke mana mana
terutama aku menulis artikel mengenai agama
Tapi tidak itu saja akau menulis cerpen, novel, puisi,atau ceritera lainnya
artikel hukum hukum terutama hukum perdata
dan hukum agama
Aku cukup bahagia lebih bahagia kurasa
bisa mengajar bahasa
Aku bisa mengajar pembukuan yang sekarang disebut akutansi katanya tapi sama saja.
aah masih banyak yang akan aku ceriterakan sekarang aku mau nulis tentang agama.
aku mau semua mau membaca tulisanku ya”.
Kututup tulisan ku dengan aku selalu berdoa “Ya Allah semoga saya selalu mendapatkan anugrah dan barokah untuk mendapatkan ide ide menulis yang bisa bermanfaat bagi pribadi, keluarga, negara dan bangsa. Sumbangsih saya tidak ada hanyalah kata dan kata yang bisa aku buat untuk disumbangkan itu saja. Dan sehatkan saya, agar saya bisa membuat kata dan kata. Dan berikan saya rejeki, untuk membeli yang saya bisa membelinya karena manfaatnya bukan karena murahnya, terutama fasilitas untuk menulis. Engkaulah yang maha kasih lagi maha penyayang, sang kasihnya tidak terbilang.
Ya Allah Berilah saya waktu yang cukup untuk bisa berbuat sesuatu yang bisa membuat kata ke kata yang cukup waktu.
Ya Allah hanya engkaulah yang bisa membantu umat-MU yang butuh dan, ya Allah engkau yang lebih tahu lahir maupun batin, yang tampak maupun yang tidak tampak. Ya Allah hanya itu yang aku bisa memohon padamu, karena aku tidak bisa berbuat kata banyak ketika dihadapan-MU.
Kepada teman-teman, handai tolan dan sanak keluarga, dimana saja.
Aku menggulung sejadah yang baru menyelesaikan sholat malam dan sebentar, beberapa menit lagi menjelang subuh.
Ku beranjak menuju note book lalu kuakhiri tulisan-tulisan ini semoga bermanfaat. Ada kata bijak “untuk apa hidup ini hanya berguna untuk diri sendiri, alangkah baiknya juga hidup berguna bagi orang banyak, begitu kata dan kata semoga berguna bagi saya sendiri dan bagi kita semua teman.
Cakil (catatan kecil) q-adul
E-mail q_adul@yahoo.com
http://d-humaniora.blogspot.com
Google d_yak
Rondang :
kukirimi kamu pantun dari Tanah Batak Medan Simalungun semoga kamu senang.
BATAK
Di Tanah Batak, yang terletak di Sumatera utara, kita mendapati pelbagai bahasa yang masing-masing telah mengahasilkan beberapa bentuk sastra lisan , syair, pantun, pepetah , mantra dan dongeng, merupakan bentuk-bentuk yang ada pada bahasa bahasa itu.
Rangkaian pantun yang dikutip (dicatat lagi oledh aku) dalam bunga rampai ini ternyata bisa berdiri sendiri, tetapi bisa juga bebrapa diantaranya dibaca sebagai suatu rangkaian yang mempunyai kaitan erat .
Dan Orang Simalungun mempergunakan pantun pantun ini dalam pelbagai upacara adat. Rondang Garnida Toradjita Simatupang,tulisan ini kuambil dari Anthology of Asean Literatures Oral Literature of Indonesia - Indonesian Edition – Diterbitkan dengan bantuan THE ASEAN Committe on Culture and Information thn 1983.
UMPASA NI SIMALUNGUN PANTUN SIMALUNGUN
Dulang sidua rupa Jarak yang berupa dua
Goranni bulung-bulung Nama suatu daun
Ulang ma hita lupa Janganlah kita lupa
Adatni Simalungun Adat Simalungun
Ibuat namin pulut Ambillah getah
Han hayu sidabintang Ambillah kayu sidabintang
Horasa nasiam suhut Selamat pada yang punya
hajat.
Sonai homa naiundang Begitu pula dengan yang
diundang.
Goratni sini purba Mempelam dari Purba
Solot bani hmpawa Sangkut di pohon kempawa
Borit do hape jolma Sakit ruanya orang
Nagirah lang marbapa Yang lekas tak berbapa
Sada manukku mirah seekor ayamku merah
Padua manuk kulabu yang kedua ayam kelabu
Sangapni na marinang Nasib baik yang beribu
Mardilou mangan hujabu Ada yang mengundang
makan ke rumah.
Tubuh ma lata-lata Tumbuhlah lata-lata
Ibaboni hompoan Di atas pondok tua
Age sonon na masa Biarlah begini keadaanya
Ulang hita holsohan Janganlah kita mengeluh
Ningku pe lang arirang kukatakan pun tidakseludang
Anggo lang arirang lanmtei Kalua tidak seludang lantai
Ningku pe lang sirang Kukatan pun bukan bercerai
Anggo lang marsirang matei. Kalau tidak bercerai mati
Holi-holi ni batang Tulang-tulang belakang
Sanjongkal tulang bolon Sejengkal paha besar
Masihon namin badan Badan sudahlah rindu
Lingot dolog Simbolon Terhalang gunung Simbolon
Sihala urpi urpi Kincung tajam-tajam
Urphi bulung humpawa Tajam daun kempawa
Sonaha pe horitni Bagaimanapun sakitnya
Langdong tarhorom tawa Tak tertahan tawa
Lang be na tarrongitkon Tak dapat lagi dikoyakkan
Paganan ma ironggotkon Lebih baik direnggutkan
Lang be na tarboritkon Tak tertahan lagi sakitnya
Paganan ma itartawahon Lebih baik tertawa
Sada sikortas kajang Sehelai kertas kajang
Dua sikortas lipat Dua kertas lipat
Sadokah ahu marlajang Selama aku merantau
Sadang pelang mardingat Tak seorangpun yang menginat.
Isuan namin kasang Ditanam kacang
Borong pelang marbuah Kacang tak berbuah
Isuba namin lajang Dicoba juga berkelana
Gotong pe lang marubah Namun hati tak berubah
Lutu-lutu lamajang Gempar semut-semut
Dalan hu Tanjung Muda Jalan ke tanjungmuda
Ulang boton marlajang Tak usah kakanda berkelana
Ijonhita marhuta Tinggal di sini kita bersama
Ulang sonin lajamu Jangan begitu lengkuasmu
Marbalos pinta-pinta Berbalas segala pinta
Ulang sonin hatamu Jangan begitu bicaramu
Marbotou dope hita Kita masih bersaudara
Anggo marbalos pinta-pita Kalau berbalas segala pinta
arirang hape pandang Seludang lah rupanya pandan
Anggo marbotou dape hita Kalua kita bersaudara
Marsirang hape padan Bercerailah rupanya badan
Adong panrahut sihor Ada pengikat sihor
Aha panrahut soban? Apa pengikat kayu api
Adong ma tambar sihol Ada obat rindu
Aha ma tambar somal? Apa obat abadi?
Lang be marbintang pahu Tak berbintang paku
Hubanani sampilpil Ke bawah pohon pimping
Lang be marbilang ahu tak masuk kira aku
Hubani nasiam pemimpin Kepada tuan-tuan
pemimpin
Ia sipanpan sipan Ada simpangan sipan
Sipan manjalur-jalur Sipan berjalur-jalur
Ia menomboh sihol Rindu sudah mendalam
Iluh marbalur-balur Air mata berberai-derai
Laklak marsampur lading Kulit bercampur kayu
Pahu mambayu pandan Paku menganyam pandan
Halak marlajar doding Orang belajar temabang
Ahu manohon padan Aku merenung untung
Pinah-pinah ni unte Buah jeruk penghabisan
Itimpal maraloling Dilemparkan bergema
Nengel pinggol ni umbe Pecah anak telinga besan
Ijon hanami mandoling Di sini kami bernyanyi
Bintartar pe bintutur Pohon kayu bintartar
Iodun-ondun bodat Digoyang-goyang kera
Lang be sompat marturtur Tak sempat kita bertutur
Iayak ari golap Karena hari sudah gelap
Mardeban marnapuran Makan sirih berkapur
Mangissop martimbahou Merokok bertembakau
Marlegan ma untungan Berlainan nasib
Marimbanghaou parlahou Bergantung kepada tabiat.
Soni hinagergormu Begitu kemerah-merahan-
mu
Piga bulung honasmu? Berapa daun nenasmu?
Soni hinajongesmu Begitu kecantikanmu
Piga tuhor omasmu? Berapa emas kawinmu?
Obuk-obuk ni sihor Niang-ninang sihor
Tading i Peneitongah Tinggal di Pancitengah
Anggo ham pelang masihol Kalau tuan tiada cinta
Ahu pelang martonah Akupun tak memanggil
Pisau ni halak bandar Pisang orang bandar
Ihutan Senaman Dikampung senaman
Rajin ma ham marlajar Rajin-rajin kamu belajar.
Ase adong arapan Supaya ada harapan.
Uratni pege Purba Urat lengkuas purba
Terus hapi ampuspus Terus kayu ampuspus
Sayur nasiam matua Lanjutkan usia anda
Hora anak ipupus Selamat anak cucu
Urat ni Pege Purba Urat lengkuas purba
Dulang ranting-rantingan Jarak beranting-ranting
Sayur nasiam matua Lanjutkan usia tuan-tuan
Ulang magin-maginan Jangan sakit-sakit
Rantinghu ranting dab dab Kayu apiku kayu dadap
Ulang ipandangi Jangan berdiang disitu
Hataku hata dakdanak Cakapku cakap anak-anak
Ulang iparutangi Jangan diminta
pertanggung – jawaban
Marbuah unte jungga Berbuah jeruk asam
Boras sabur-saburan Beras bertaburan
Domma hita pajumpa Sudah kita bersua
Horas hita ganupan Selamat kita semua.
Marbuah ma papaga Berbuahlah papaga
Buah mariring-iring Buatnya berkait kait
Martuah simpambasa Selamat para pembaca
Donai homani sipangirin Begitu pula sipengirim
Dong riang-riangmu Ada riang-riangmu
Riang-riang sebetu Riang-riang sebetu
Dong riah-riahmu Ada tunanganmu
Domma ibuat begu Sudah ditangkap harimau
Marbuah balimbingan Berbuah belimbingan
Sutolu dahan-dahan Berdahan tiga
Jumpah sinimbilan Bertemu dihindari
Mengou penindahan Menghilang yang dicari
Anggo dungdung ma anduhur Kalau condonglah terkukur
Dungdung bani humpawa Condong pada pohon palma
Anggo malungun ma aku Kalau hati sedih duka
Inggal ma Tanah Raja Kenangkan Tanah raja
Habang ma lo ampilis Terbanglah burung belibis
Sosgop hupanggaruan Hingga ditempat mencelup
Ulana botou maringis Jangan kakanda bersedih
Mandashon parmaluan Mecapai cita-cita
Lampuyang sa barandang Kunyit sekeranjang
Laja-laja hutatoktok Lengkuas kutumbuk
Angkula dansa marganjang Badan cuma besar
Uhur lape hubotoh Berpikir atau belum mahir
Desep na hilap Bersabung-sabung kilat
Ibabou purbatua Diatas P:urbatua
Ise ma na lang silap Siapa yang tak silap
Manlagak na matua Melagak yang sudah tua
Pasip pe laja mi Diamkan lengkuasmu itu
sodo laja nar hordong Dukun lengkuas yang
berpelah
Pasip pe hata mi Diamkan bicaramu itu
Sedo hata na tongon Bukan bicara yang benar
Ulang madungdung buluh Jangan dimiringkan bambu
Sedo ruang ni perkis Bukan lubang semut
Ulang malungun uhur Jangan bersedih hati
Sedo padan na poltik Bukan janji yang erat
Aha ma durungonmu Apalah yang kau tangguh
Gombur parlangkitangon Cembur air perian
Aha ma sungsangon mu Apakah yang kau ulangi
Huta mondi parsirangon Kata-katamu dulu
perceraian
Sada siputar dasi Satu pemutar dasi
Dua siputar jam Dua pemutar arloji
Horas terima kasih Selamat dan terima kasih
Panbereh nasian Sumbangan tuan-tuan
Ia sitalas ari Bunga sitalas ari
Sitalas pandurduran Sitalas berjatuhan
Ia matas ma ari Kalau panas hari
Malas ma paruhuran Senanglah hati
Sada hayu marsingkam Sebatang kayu masingkam
Manangke andarasi Memanjat kayu andarkasi
Paulak naidinjam Pulangkan barang pinjaman
Nasihol simadasi Sudah rindu yang empunya
Ipantuk ma Gareja Didirikan gereja
Gareja parmingguan Tempat berdoa
Anggo Dobma mardeka Kalau sudah merdeka
Marsada paruhuran Bersatu hatilah kita
Langdong hondoran gumba Jangan dipagar gumba
Timbahou sihondoran Tembakau yang dipagar
Langdong tonggoran rupa Jangan dipandang rupa
Parlohou sitonggoran Budi baiklah di pandang
Isamon Lambei gunung Isapan nipah gunung
Asok botou maruhur enam anak-anak
Si Bagod anak-anak Pelan-pelan kakanda
berpikir
Marimbang ahu dakdanak Terhadap aku anak-anak
Melus siborudurma Laju siborudurma
Melus ibagas parik Laju di dalam parit
Ulang ham lupa Jangan kamu lupa
Mardingat ahu tading maetok Mengingat aku anak yati
piatu.
Halambir pondok-pondok Kelaparan pendek-pendek
Sajongkol dua jari Sejengkal dua jari
Hurang pambotoh nami Kami kurang pandai
Doar do iajari Baiklah dinasehati
Ijon marbuah loging Di sini berbuah mensiang
Berhuni nasian Bagian tuan-tuan
Ijon hanami mandoling Di sini kami berdendang
Boruni nasian Putri tuan-tuan
Boras ni Simbaroubou Boras Simbaroubou
Hotang sabur-saburan Rotan bertaburan
Horas hanami manortor Selamat kami meneri
Horas hita ganupan Selamat kita semua
Beras jadi halumpang Beras jadi ruang
Halumpang ni haloling Ruang sipengang
Horas ma na niundang Selamat para undangan
Horas pakon pandoding Selamat bersama biduan
Hesek-hesek ma gasing Berputarlah gasing
Namartali baion Yang bertali anyaman
Ulang be hita tading Janganlah kita ketinggalan
Ibani hamajuon Dalam kemajuan
Marboras ma lo pining Berputiklah pinang
Sonai pakon salakni Begitu juga dengan
salaknya.
Horas nasiam pamimpin Selamat Bapak pemimpin
Horas pakon rajatni Selamat bersama
rakyatnya
Narboras malo salak berputiklah salak
Ijon marbuah loging Disini berbuah mensiang
Horas ma Bapak-bapak Selamat bapak-bapak
Horas pakon pandoding Selamat bersama biduan
Mantin pe gula-gula Enakpun gula-gula
Mantin do tola-tola Lebih enak tola-tola
Mantin pe da ihuta Enakpun tinggal di desa
Mantin do marsikola Lebih enak bersekolah
Bulung galuh sitabar Daun pisang kepok
I parsaong ari udan Diperpayung kala hari hujan
Bujur hita marlajar Baik-baik kita belajar
Ase masuk bai paruhuran Supaya masuk ke dalam
hati
Dolok Simarjarunjung Gunung Simarjarujung
Tapak parsinggorahan Tapak pasanggerahan
Lalap ma uhur malungun Akan tetap berhati pilu
Anggo lang saud angan-angan Kalau tak tercapai cita-cita
I hulhul sahulhulan Digulung segalungan
Isimbok sasimbokan Ditenun sekali bertenun
Nanget marsisungkunan Pelan-pelan bertanya-tanya
Ulang marsisol-solan Jangan ada penyesalan
Ia joring hutoktok Kalau jengkel yang kuketak
Joring ma hurantingkon Jengkel juga yang
kuperanting
Ia sonin hubotoh Bagaimana aku tahu
Sonin ma hudodingkon Begitu aku nyanyikan
Gambiri topi pasar Kemiri di tepi pasar
Panjomuran saputanga Penjemuran sapu tangan
Anggo misir ham-patar Kalau berangkat kamu
besok
Gendohita marsalam tangan Baiklah kita berjabat
tangan
Baju-baju sonari Baju-baju sekarang
Meper-eper panjarumni Besar-besar jahitannya
Anak baru sonari Anak gadis sekarang
Marseleper harosuhni Bersepatu kesukaanya
Ulang ihondor gumba Jangan dipagar gumba
Timbahou sihondoran Tembakau yang dipagar
Ulang itonggor rupa Jangan ditengok rupa
Parlahou sitonggoran Kelakuan yang ditengok
Pisaumu di pisouhu Pisaumu juga pisauku
Pisou manbikbik tobu Pisau pengupas tebu
Siholmu do sihohu Inginmu juga inginku
Sihol laho mardomu Ingin bertemui tuju
Poltak mata ni ari Terbit Matahari
Margolang-golang Hotang Bergelang-gelang rotan
Ise ma-na-lang tangis Siapa yang tak tangis
Marsirang kon hasoman Berpisang dengan kawan
Hodong nibagot toras Pelepah enau teras
Ganup de marhulada Semua setengah matang
Ganup do hita horas Semua kita selamat
Itumpak Naibata Diberkati Tuhan Yang Maha
Esa
Ibagi dua tohu Dibagi dua tebu
Lantar hulabuhan Diantar keplabuahan
Damei do na porlu Damai juga yang perlu
Ibanta haganupan Bagi kita semuanya
Sao bonani loging Begitulah batang mensiang
Boras sabur-saburan Beras ditaburi
Sao ma lobei doding Hingga ini dulu dendang
Horas hita ganupan Selamat kita semua.
Marboras ma silundak Berputiklah silundak
Ijon alo saranting Di sini juga seranting
Horas nasiam mulak Selamat tuan-tuan pulang
Horas hanami tading Selamat kami yang tinggal
Sada simarlansina Satu yang tercabai
Dua Simargalunggung Dua campur galunggung
Sada ahu do sanina Hidupku sebatang kara
Mambohan na malunmgun Yang menanggung
kesedihan
Panrinjou gari dulang Penebas jarak
Panroboh ni bangkuang Penebang pandan
Pangindouhu do ai nuahu Pintakulah itu dahulu
Partodoh ni unbtungan Pada jalanan hidup
Ambit lantai do solpah Kalau lantai terjungkit
sanggah ronggot-ronggot on Ketika memasang
Aha do nasuaan Apa yang mau ditanam
Bani hotang kiskisan Pada rotan kiskisan.
Rotap ma tali toptop Putuslah tali penyokong
Bonang pe lang toguon Benangpun tiada jadi
pegangan
Rotop ma namin niak ni boltok Perut sudah teramat
kosong
Inang pelang tohuon Namun bunda tiada lagi.
Ansimun na martagan Mentimun bertambah besar
Padua na marbigou Kedua yang bertikar
Gaya ma halak mangan Waktu makan telah tiba
Sada pe lang mardilou Namun satu tiada
memanggil
Anggo hordong do langgeimu Kalau layu birahimu
Rigaton bulung birah Daunnya akan dikopyak
Anggo holong do ateimu Kalau kau sayang padaku
Ingaton do magirah Akan kuingat itu kelak
Angkap ma hondalim Tahanlah ibu hutanmu
Na hurang ambei Yang kurang redam
Taron ma uhurmu Rasakanlah hatimu
Na hurang pangkei Yang kurang teliti
Bangkurang iris langgei Bengkurang iris pelepah
Dua gonrang na guat Dua gendang ditabuh
Puang mando na pandei Tuanlah yang pandai
Ulang jolma tarjual Jangan orang terjual
Ansimun na-na mabei Mentimunlah yang matang
Bingkawan na matobu Bingkawan yang manis
Bijakan ma na matei Lebih baik mati
Asal ulang martomu Daripada bertemu.
Ihur ni loak bunta Ekor boak bengkak
Stajok simarpaman Ditusuk pohon berduri
Gogoh inang mandungkap Rajin Ibu menambal
Ase bongkot hu alaman Agar dapat masuk ke
halaman
Sihala ordong-ordong Kincung bergoyang-goyang
Erdong bulung hosaya Goyang daun bawang
Ulang ho melong-elong Jangan kau menggeleng
geleng
Sodo ho sina raya Bukannya kau orang
bekerja
Halambir ni sin Damak Tumbuhlah di dalam
Sonaha pe nini halak Betapapu kata orang
Uhurta ma ibagas Terserahlah pada kita
Harubung ni Silou Bambu dari silau
Lopei jadi Timbahou Rumput jadi tembakau
Harunrun namin sihol Rindu sudah mendalam
Manlobei na mamahol Tapi banyak halangan
Sihorhor bulung dulang Rumput daun jarak
Silantom bulung tobu Selantam daun tebu
Sihol hon na ulang Jangan ingini yang tidak
tidak
Silagat na matoba Mempertengkarkan yang
enak
Tangkap ho do hondalimu Topanglah ubi-hutanmu
Na hurang ambei Yang kurang rendam
Sungei ho do horjamu Rasakanlah pekerjaanmu
Na hurang pingkir yang kurang hati-hati
In manjala Yang menjala
In marhonong Yang menyelam
In marsalah Yang bermasalah
In manaron Yang menanggung
Songon na ibalei Seperti yang dibalai
Songon na irumah Seperti yang dirumah
Songon na lalei Seperti yang lalai
Songon na lupa Seperti yang lupa
Manjulur lipan-lipan Merayap lipan
Mangkarat onsil-onsil Menggigit serangga
Maharga do rasipan Berhargalah kacip
Iabahe demban santopik Karena sirih selembar
Untei mungkur saholbung Jeruk purtu selembah
Pandan sahirang-hirang Pandan sejaringan
Sombuh atei ni poldung Puaslah hati perantara
Hambahen kita sirang Membuat kita berpisah.
Lang be paha pordah Petai takkan berggang
Marbunga ma juragi Berbungalah rempah
rempah
Lang be basaia sondah Bukanlah dahulu sekarang
Marubah ma sonari Berubahlah kini
Nape marduri pandan Belum berduri pandan
Marduri ma bangkuang berdurilah pandan
Nape marjudi badan Belum lagi menentu badan
Marjudi ma untungan Menentukan Nasib.
Paris-paris ni udan Rintik-rintiknya hujan
Matektek hu bongbongan Jatuh ke kolam
Tangis-tangis boru ni tulang Tangis-tangis anak mamak
Hangidah ahu na magodang Melihat daku telah besar
Pintor bulung ni buluh Lurus daun bambu
Bongkou balung si tarak Bengkok daun sitarak
Pintor do namin uhur Walau benar maksud hati
Boldou do bani halak Salah bagi orang lain
Salimpotpot di hubur Kunang-kunang di kubur
Sitora dob sadari Sitora selesai sehari Pipot salah maruhur Sakit salah berpikir
Jora sahali nari Jeralah sekali lagi
Sonin dangkahni Begitu dahannya
Sonin rantingni Begitu rantingnya
Sonin Abangni Begitu abangnya
Sonin anggini Begitu adiknya
Riang-riang bulung motung Riang-riang daun kayu
Raprap bulung hampara Berjatuhan daun kempawa
Hinariah do hinabosur Kesepakatan yang membuat
kenyang.
Raprap kita tartawa Sama-sama kita tertawa
Hurawang hitei goling terawang titi goyang
Panongosan hu purba Pengiriman ke purba
Urah hape margoling Mudahlah berubah hati
Anggo si jengers rupa Kalau si cantik rupa
In ma ronggit ni solpa Itulah simpai pelepah
Si ronggit pilou-pilou Sampai bendera di kuburan
In ma borit ni jolma Itulah sakitnya orang
Nang borit pinangindou Yang buruk pinta
Padopar pe sabangmu Bunyikanlah alat tenunmu
Sabang goli-golimu Alat tenun burung-
burungmu
Mardorak pe tawamu Terbawak pun tertawamu
Sahupang pe lang bolimu Sekupang pun tak emas
kawinmu
Ranting-ranting ni hodong Ranting-ranting Pelepah
Panggaor sibak-sibak Pengorek (pengacau)
sambal durian
Mantin matani modom Enakpun matanya tidur
Marhiu ribak-ribak. Berkain koyak-koyak .
Udan sai roh Hujan terus datang
Bulung papaga so taridah Daun papaga tak nampak
Surat sai roh Surat terus datang
Boru Sinaga so taridah Boru Sinaga tak nampak
Marbunga ma silundat Berbungalah silundat
I duru ni jumangku Di pinggir ladangku
Mahua do lang sundat Adakan tak gagal
Na so manungkun bangku Kalau tak bertanya padaku
Tarahuak Semak-semak
Taronong-onong Melata-lata
Babah guak Mulut dusta
Tangan momong Tangan usil
Tatada ma ho nim Katamu kau pohon berduri
Sada pe lang durimu Satupun tak ada durimu
Parana ma ho nim Pemuda kau katamu
Sada pe lang suruimu Satupun tak ada sisirmu
Sitarak do ingkoling Sitarak lanjuang
Anggo ipaduruk Kalau dibunyi bunyikan
Rarat do in holi Menyelewenglah itu nanti
Anggo ipaturut-turuti Kalau dibiarkan saja.
Tading gupak tinggal parang
I pongkalan na bolon Di tunggal besar
Tading rupa Tinggal rupa
Salah panolon karena salah tingkah laku
Na buat lobei hodong Ambillah dulu pelepah
Ase dapat bulungni Agar dapat daunnya
Na buat uhurni tondong Ambillah hati mamak
Ase dapot boruni Agar dapat anak wanitanya
Palia sai naroboh Petai tetap ditebang
Bulung gumpa so taridah Daun gamba tak tampak
tampak
Barita sai roh Berita tetap datang
Boru Purba so taridah Boru purba takkunjung
tampak
Ihurak urat ni buluh Dikorek urat bambu
Ase dapat ampoduini Agar dapat tikus tanahnya
na buat uhur ni amboru Ambillah hati sang bibi
ase dapat anakni Agar dapat anaknya
marumbak lobei sopou on Roboh dulu pondok ini
ase tarrintakon bulung bulung Baru tertarik semua daun
marumbak do tanoh on Runtuh dulu dunia ini
ase terupahon adat ni simalugung Baru terlupakan adat
simalungun
Demikian Rondang Cakil (catatan kecil ku) untuk kamu semoga ada manfaatnya.
Abdulrachman Saleh S. (q-adul) E-mail : q_adul@yahoo.com
Jumat, 24 Juli 2009
Kamis, 23 Juli 2009
Abdulrachman Saleh S.
JAKARTA
Jakarta Ibu kota Indonesia
Kota yang aman di beberapa
Kota yang penuh kejahatan di mana-mana
Jakarta penuh dengan jalan layang
Untuk orang gedongan pada pulang
Jakarta penuh dengan gang gang sempit
Untuk orang – orang pulang di rumah yang terhimpit
Jakarta penuh dengan gedung-gedung tinggi pencakar langit
Jakarta punya rumah-rumah yang terjepit
Jakarta banyak orang orang yang kayah
Jakarta banyak orang orang susah
Jakarta kota yang di dambakan kaum tua dan kaum muda
Jakarta kota impian anak-anak desa
Jakarta banyak orang asik makan nangka
Jakarta banyak orang yang kena getahnya
Jakarta kejujuran bukalah suatu ukuran
Kebohongan juga berlaku di mana-mana
Jakarta banyak orang punya kolam renang
Untuk oran g bersenang-senang
Jakarta banyak orang punya genangan genangan
Untuk orang susah yang mengais di kobakan
Jakarta banyak punya sungai-sungai besar
Untuk orang yang tinggal di komplek seperti kaisar
Jakarta banyak punya got got kecil airnya keruh tidak keruan
Untuk oran g kecil yang mencuci segala keperluan
Jakarta banyak kotanya penghijauan ditata seperti taman kota
Jakarta banyak tanah gersang yang untuk orang kecil dengan kehidupan yang serba apa adanya
Jakarta banyak cukong menyambung langit
Jakarta banyak juga gembel yang terjepit
Jakarta banyak orang yang jujur
Jakarta banyak juga orang yang melacur
Jakarta banyak orang yang menjadi penasehat
Jakarta banyak juga orang yang bejat
Jakarta banyak orang mengais rejeki diatas penderitaan rakyat
Jakarta banyak rakyat mengais rejeki dengan asal dapat
Jakarta banyak
Suap, birokrasi bobrok, asal babe senang,
Rusuh,, otak ngeres,culas, ngutang, korupsi, manipulasi
Apa lagi, apa lagi, apa lagi
------------------------------------------9…………………
“SERAKAH”
Kata serakah , tamak, loba pelit, bakil, kikir sama dengan rakus, serakah dalam bahasa Inggrisnya Greedy, keserakahan greed, serakahisme greedymentality, dalam bahasa arabnya syarihun, thamaa un menjadi tamak.
Kata tamak di dalam indek Al Quran adalah loba , Sedan g dalam bahasa perancis serakah adalah avide, rapare. Di dalam kamus bahasa Indonesia, serakha adalah loba, tama, missal ia sudah kaya tetapi masih serakah, hendak mengangkangi harta orang lain .
Serakah atau keserakahan di akhir akhir jaman ini semakin merajalela bukan pada individu saja tapi pada lembaga-lembaga atau semacam perkumpulan telah menabrak norma-n orma , dan un dang-undang , ajaran Agama dan hukum bukan hokum nasional saja tapi sudah menabrak hokum Internasional, tidak diperdulikan yang penting segala tujuan tercepai, dengan apa yang diinginkan.
Lingkup kecil ketika pembagian sembako, dana bantuan social, dana bergulir dan lain lain, saat musibah dana diselewengkan.
Bhagawat gita - Abad ke 25 SM.
Lust, anger and greed, these three are the soul destroying gates of hell.
Birahi, kemarahan dan ketamakan ketiganya adalah gerbang neraka yang menghancurkan jiwa.
Charles col coltan Penyair dapenulis esei dari Inggris. Ambition is in fact the avarice of power . ambisi sesungguhnya adalah ketamakan kekuasaan .
Avarice, the root of all evil. Ketamakan adalah akar dari segtala kejahatan.
Morrely Filsu Perancis.
The only vice that I perceive in this aniverse is avariceall the others of this one.
Satu-satunya kejahatan yang saya ketahui di Dunia ini ialah ketamakan .Kejahatan lainnya, apapun namanya hanyalh variasi dan kadar yang berbeda dari kejahatan yang satu ini.
Umar Bin Khaththab.
Sesungguhnya loba atau tamak itu kemiskinan. Dan putus harapan dari manusia itu suatu kenyataan.
Sesungguhnya siapa yang tidak mengharapkan dari apa yang dalam tangan manusia dan merasa cukup dengan apa adanya niscaya ia tidak memerlukan kepada manusia.
Al Qur an dalam surat Al a raf ayat 3 yang menjelaskan tentang ketamakan.”Makan dan minumlah dan jangan berlebihan, Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan
Contoh yang kecil saja pada saat peresmian atau buka puasa bersama, teman-teman kerja. Atau pada saat resepsi prasmanan di tempat tempat pesta makan.
Abdulrachman Sale S
KELEDAI EH KEDELE
Bahan pokok tahu tempe adalah kedele
Makanan kece
Bagi kaum orang ngak punye
Sekarang tidak ade di mane-mane
Katanye suse
Apalagi harganye
Suseh dijangke
Nauju bile
Lalu rakyat makan ape
Beras bukan main sulitnye
Terigu udeh naik sekilonye
Minyak taneh suseh didapetnye
Minyak kelape 1 kilo udeh berape
Bahan pokok udeh naik melambung setinggi tingginye
Untuk turun lagi berabe
Di jaman dulu katenye
Makan itu makan tak ada gijinye
Sehingga ade anekdotnye
Kalian itu bangsa tempe
Buktinye
Tidak ada bohon pokoknye
Kurang lebih tiga hari aje
Pengarunye ke mane-mane
Orang bilang permainan politik bisa-bisanye
Biar kita impor dari Negara tetangge
Biar dapat devisa katenye
Tetap konsumen pembeli terakhir kena imbasnye
Oh bangsa tempe
Politik tempe
Negara tempe
Yang mengadalkan kedele
Dari negare sane
Padahal kite punye
Tane
Luasnye
Tidak ketulungan lebarnye
Nanem kedele aje
Suse
Janjinye
Gimane
Katanye kalau pilih gue
Jadi pemimpin ente-ente
Gue bakal makmurin
Semuanye
Bener nih ye
Namanye juga keledai eh kedele.
Udeh segitu aje
Semoga kita tidak jadi suse
Seterusnye
Abdulrachman Saleh S.
SIBUK
Bila orang sibuk mencari kursi empuk
Bila orang apa yang bisa dikeduk
Bila orang hanya bisa men unjuk
Bila orangpun menjadi tunduk
Bila orang itu demi waduk
Bila orang orang mau merunduk runduk
Dan bila orang asik meramu bubuk
Masa depan remaja banyka yang mabuk
Bila orang yang hidupnya seradak seruduk
Jika perlu siapa dulu yang ‘ditusuk’
Bila orang itu mulai tumpuk menumpuk
Bahan pokok yang harus sampai pada orang yang berhak dan berhuk
Karena mengharap keuntungan yang ditumpuk
Untuk mencapai target kursi empuk
Abdulrachman Saleh S.
BURUT
Bila penyakit itu yang disebut burut
Bila orang asik pada rebut
Membicarakan tentang buntut
Menghitung angka dari pantat sampai terkentut kentut
Dari awal sampai ujung di urut
Tanpa sadar uang habis menjadi susut
Otak pikiran perilaku mulai kusut
Bicara mulai ngawur tidak berurut
Mulai bicara yang tidak patut
Meninggalkan yang bersifat atribut
Badan semakin tua muka semakin kisut
Bila penyakit burut
Atau gila buntut
KEGOBLOKAN DARI SIFAT MANUSIA
Abdulrachman Saleh S 16.8.03
Ok
I
Goblok ada yang tumbuh dari lahir orok
Ada karena pendidikan yang sekarang di obok obok
Masuk pendidikan yang selalu banyak sogok
Atau masa kanak-kanak yang yang selalu di gaplok
Atau perjalanan hidsup dalam lautan suka duka yang serba borok
II
Tidak mau terima usulan pendapat rakyat yang mengangsok
Usulan tidak mau diterima karena takut dikata goblok
Yang penting ngels /ngelak dari pedang goorok
Karena takut digolok
III
Suatu negara kecil yang menjurus bokbrok
Yang mewnjadi Negara yang di olok-olok
Negara yang disebut jalan pernuh kelok
Tokoh agama berde bat paham baru dan paham ortodok
IV
Suatu Negara yang berdasarkan kedok-kedok
Banyak manusianya yang pintar penuh otak jorok
Pimpinan yang banyak lagu jalannya terserok-serok
Mau dibilang apa sudah penuh dengan para pemabok
V
Suatu Negara yang dipimpin orang jujur dan tidak sok
Hanya para penggundalnya yang merongrong dan menyodok
Suatu Negara kecil cepat atau lambat jatuh di tanah belok
Inilah yang disebut Negara yang mendekati ambok
VI
Suatu Negara kecil yang dipimpin orang pinter tapi jorok
Jalannya pemerintahan dipapah terbongkok-bongkok
Cepat atau lambat Negara kecil ini masuk dalam mangkok
Tinggal tengkurap lalu didorong dan di ogrok-ogrok
VII
it
Mencari orang pintar banyak tidak sulit
Mencari orang jujur sangat sulit
Mencari orang mengerti lebih sulit
Mencari orang lebih mengerti tambah sulit
Mencari orang yang tahu diri lebih-lebih sulit
VIII
An
Kegoblokan bukan dari keturunan
Bukan jaga dari hasil pendidikan
Atau hasil dari suatu asuhan
Karena diatas sana sama diciptakan
Jenis kelamin yang dibedakan
Karena lahir tanpa bekal dewasa baru punya akal-akalan
Kegoblokan punah dengan kerja keras dan kemauan yang mapan
Sekolah pengalaman
Sekolah kehidupan
Sekolah ketelitian
Sekolah keberanian
Sekolah nekad nekadan
Bukan sekolah tawuran
Sekolah kewaspadaan
Dan sekolah diri sendiri sebagai landasan
Bukan ikut ikutan
Karena tuntutan
KETIKA TENGAH MALAM
Abdulrachaman saleh S.
Sholat tahajud
Setelah selesai kita sujud
Badan kita diukur wujud
Badan kita telanjang tanpa sedikit selimud
Dikamar gelap lalu kita tutud
Celentang tidur menggelar perut gendud
Kain putih sprai slimut untuk menutup sampai janggud
Jangan memakai kipas angin bisa ribud
Jangan memakai A.C. dud
Biarkan udara panas yahud
Setelah itu muka kita diberi kapas pembalud
Kapas putih, mata kita, kuping kita, tangan kita bud
Sedakeb seperti tangan kita memeluk jamrud
Mata kita menatap langit kamar tempat kita sujud
Setelah itu mata kita dipejamkan
Membayangkan seolah olah kita sudah diujung maud
didalam kabur salud
Dan setelah itu renungkan arti dari enak di dunia atau dikubur
Berbalud-balud.
Ass207
KUTILANG BURUNG KUTILANG TERBANG DIATAS SANA
KALAU HILANG SUDAHLAH HILANG TUBUH DITINGGAl NYAWA
BURUNG PIPIT MAIN DISAWAH
HIDUP PELIT TIDAKLAH BERKAH
BURUNG HANTU BURUNG MALAM
KALAU SUDAH MAIN JANGAN BIARKAN SAMPAI TENGGELAM
BURUNG KAKAK TUA MENCLOK DI JENDELA
BIAR SUDAH RENTA SEMANGAT MASIH ADA
BURUNG JALAK DI ATAS KERBAU
GALAK SI GALAK ASAL YANG UNSURNYA MENGHIMBAU.
BURUNG BEO BANYAK DIGEMAR ORANG
BANYAK ORANG MEMBEO DARIPADA DI SERANG
BANYAK BURUNG CICAK RAWA DI SARANGNYA
UNTUK HIASAN DI KANDANG RUMAHNYA
BANYAK ORANG MENCAK MENCAK TIDAK KERUAN
KARENA KALAH DIPOSISINYA.
qI aDUL 4 jUNI 2009
pULO gEBANG PERMAI
BOM-BOM
12 Agustus 2003, Abdulrachman Saleh S.(q aDul)
A
Mengebom adalah perbuata sia-sia
Atau melakukan sesuatu demi cita-cita
Atau demi kepentingan yang menamakan dirinya anti Amerika
Yang melakukan padea suatu saat kena batunya
B
Mengebom adalah perbuatan biadab
Atau melakukan suatu karena tak punya adab
Atau demi kepentingan yang menamakan dirinya punya sebab
Yang melakukan pada suatu saat kena pasal dan bab
E
Mengebom adalah perbuatan yang sangat berabe
Atau melakukan suatu karena intrusi babe-babe
Atau demi kepentingan yang menamkan dirinya
Anti tempat hiburan dan karoke
Yang melakukan pada suatu saat kena kutukan toke
G
Mengebom adalah perbuatan yang suka ‘ambeg’
atau melakukan suatu karena kurang sreg
Atau demi kepentingan yang manamakan dirinya kelompok rangseg
(perang segera)
Yang melakukan pada suatu saat kena gedibag gedibeg
H
Mengebom adalah suatu perbuatan yang ‘wah’
Atau melakukan suatu karena wabah
Atau demi kepentingan yang menamakan dirinya anti eropah
Yang melakukan pada suatu saat kena getah
I
Mengebom adalah perbuatan yang sangat berani
Atau melakukan suatu karena penjagaan tidak seperti
Atau demi kepentingan yang menamakan dirinya pasukan bunuh diri
Yang melakukan akan kena hukuman mati
K
Mengebom adalah suatu perbuatan yang sangat norak
Atau melakukan karena suatu corak
Atau demi kepentingan yang menamakan dirinya kepentingan orang banyak
Yang melakukan akan kena dampak
L
Mengebom apakah tidak ada rasa menyesal
Atau melakukan itu wajar orang-orang yang menemui ajal
Atau demi kepentingan yang menamakan dirinya anti dajal
Yang melakukan pada suatu saat juga meninggal
Mengebom adalah perbuatan yang sangat mashul
Atau melakukan karena orang banyak pengabdi tahayul
Atau demi kepentingan yang menamakan dirinya antu Tuyul
Yang melakukan pada suatu saat kena bisul-bisul
(kena bahan peledak)
M
Mengebom sepertinya suatu perbuatan yang sudah umum
Atau melakukan karena hal yang beranggapan maklum
Atau demi kepentingan yang menamkan dirinya kelompok UN atau UM
N
Mengebom adalah perbuatan yang tidak punya prikemanusiaan
Atau dilakukan karena ketidak puasan
Atau demi kepentingan suku agama atau golongan
Orang yang melakukan akan kena hukuman
O
Mengebom adalah perbuatan sembrono
atau melakukan karena ambil resiko
Atau demi kepentingan yang menamakan dirinya
tidak mau disebut kelompok bodo
Orang yang melakukan akan kena ranjao
P
Mengebom adalah perbuatan yang berharap
Atau perbuatan karena prinsip dan sikap
Atau demi kepentingan yang tidak puas karena TAP-TAP
Yang melakukan akan kena tangkap
R
Me4ngebom adalah perbuatan terror
Atau perbuatan dikarenakan karena honor
Atau demi kepentingan yang mengatas namakan dirinya kelompok bodor
Yang melakukan akan kena dor-dor
S
Mengebom adalah perbuatan sadis
Atau perbuatan dikarenakan akibat sinis
Atau demi kepentingan yang menamkan dirinya teroris
Yang melakukan akan kena dan habis
T
Mengebom adalah perbuatan yang sangat nekat
Atau melakukan karena tekad bulat
Atau demikepentingan sujatui ajaran yang mutlak dan sangat
Yang melakukan pada suatu saat dicabut nyawanya oleh Malikat
Mengebom adalah perbuatan yang sangat tidak tepat
Atau melakukan karena ingin cepat kiamat
Atau demi kepentingan saingan bisnis yang sangat ketat
Yang mel;akukan pada suatu saat kena laknat
U
Mengebom perbuatan yang tidak ada rasa haru
Atau melakukan karena cemburu
Atau demi kepentingan orang yang sangat perlu
Yang melakukan pada suatu saat diburu terus diburu
Mengbom
Banyak orang kena Bom, cacad hidup, sekarat, dan mati
Yang jadi korban tidak begitu pasti, sasaran itu atau ini
Rakyat kecil, orang sipil tidak peduli
Ukuran adalah demi Ambisi
Sentimen pribadi
Membela diri
Tidak mau disebut iri
Ditambah dengki
Cukup karfena Emosi
Mari kita berharap semoga ini tidak terulang lagi
cukup sampai disini
Jangan terulang lagi
Hidup sangat susah
Banyak rakyat kecil kena getah
Sedang mereka asik disanah
Mempersiapkan pisau golok, kampak yang sudah di asah
Seperti dunia sebentar akan punah.
JAKARTA
Jakarta Ibu kota Indonesia
Kota yang aman di beberapa
Kota yang penuh kejahatan di mana-mana
Jakarta penuh dengan jalan layang
Untuk orang gedongan pada pulang
Jakarta penuh dengan gang gang sempit
Untuk orang – orang pulang di rumah yang terhimpit
Jakarta penuh dengan gedung-gedung tinggi pencakar langit
Jakarta punya rumah-rumah yang terjepit
Jakarta banyak orang orang yang kayah
Jakarta banyak orang orang susah
Jakarta kota yang di dambakan kaum tua dan kaum muda
Jakarta kota impian anak-anak desa
Jakarta banyak orang asik makan nangka
Jakarta banyak orang yang kena getahnya
Jakarta kejujuran bukalah suatu ukuran
Kebohongan juga berlaku di mana-mana
Jakarta banyak orang punya kolam renang
Untuk oran g bersenang-senang
Jakarta banyak orang punya genangan genangan
Untuk orang susah yang mengais di kobakan
Jakarta banyak punya sungai-sungai besar
Untuk orang yang tinggal di komplek seperti kaisar
Jakarta banyak punya got got kecil airnya keruh tidak keruan
Untuk oran g kecil yang mencuci segala keperluan
Jakarta banyak kotanya penghijauan ditata seperti taman kota
Jakarta banyak tanah gersang yang untuk orang kecil dengan kehidupan yang serba apa adanya
Jakarta banyak cukong menyambung langit
Jakarta banyak juga gembel yang terjepit
Jakarta banyak orang yang jujur
Jakarta banyak juga orang yang melacur
Jakarta banyak orang yang menjadi penasehat
Jakarta banyak juga orang yang bejat
Jakarta banyak orang mengais rejeki diatas penderitaan rakyat
Jakarta banyak rakyat mengais rejeki dengan asal dapat
Jakarta banyak
Suap, birokrasi bobrok, asal babe senang,
Rusuh,, otak ngeres,culas, ngutang, korupsi, manipulasi
Apa lagi, apa lagi, apa lagi
------------------------------------------9…………………
“SERAKAH”
Kata serakah , tamak, loba pelit, bakil, kikir sama dengan rakus, serakah dalam bahasa Inggrisnya Greedy, keserakahan greed, serakahisme greedymentality, dalam bahasa arabnya syarihun, thamaa un menjadi tamak.
Kata tamak di dalam indek Al Quran adalah loba , Sedan g dalam bahasa perancis serakah adalah avide, rapare. Di dalam kamus bahasa Indonesia, serakha adalah loba, tama, missal ia sudah kaya tetapi masih serakah, hendak mengangkangi harta orang lain .
Serakah atau keserakahan di akhir akhir jaman ini semakin merajalela bukan pada individu saja tapi pada lembaga-lembaga atau semacam perkumpulan telah menabrak norma-n orma , dan un dang-undang , ajaran Agama dan hukum bukan hokum nasional saja tapi sudah menabrak hokum Internasional, tidak diperdulikan yang penting segala tujuan tercepai, dengan apa yang diinginkan.
Lingkup kecil ketika pembagian sembako, dana bantuan social, dana bergulir dan lain lain, saat musibah dana diselewengkan.
Bhagawat gita - Abad ke 25 SM.
Lust, anger and greed, these three are the soul destroying gates of hell.
Birahi, kemarahan dan ketamakan ketiganya adalah gerbang neraka yang menghancurkan jiwa.
Charles col coltan Penyair dapenulis esei dari Inggris. Ambition is in fact the avarice of power . ambisi sesungguhnya adalah ketamakan kekuasaan .
Avarice, the root of all evil. Ketamakan adalah akar dari segtala kejahatan.
Morrely Filsu Perancis.
The only vice that I perceive in this aniverse is avariceall the others of this one.
Satu-satunya kejahatan yang saya ketahui di Dunia ini ialah ketamakan .Kejahatan lainnya, apapun namanya hanyalh variasi dan kadar yang berbeda dari kejahatan yang satu ini.
Umar Bin Khaththab.
Sesungguhnya loba atau tamak itu kemiskinan. Dan putus harapan dari manusia itu suatu kenyataan.
Sesungguhnya siapa yang tidak mengharapkan dari apa yang dalam tangan manusia dan merasa cukup dengan apa adanya niscaya ia tidak memerlukan kepada manusia.
Al Qur an dalam surat Al a raf ayat 3 yang menjelaskan tentang ketamakan.”Makan dan minumlah dan jangan berlebihan, Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan
Contoh yang kecil saja pada saat peresmian atau buka puasa bersama, teman-teman kerja. Atau pada saat resepsi prasmanan di tempat tempat pesta makan.
Abdulrachman Sale S
KELEDAI EH KEDELE
Bahan pokok tahu tempe adalah kedele
Makanan kece
Bagi kaum orang ngak punye
Sekarang tidak ade di mane-mane
Katanye suse
Apalagi harganye
Suseh dijangke
Nauju bile
Lalu rakyat makan ape
Beras bukan main sulitnye
Terigu udeh naik sekilonye
Minyak taneh suseh didapetnye
Minyak kelape 1 kilo udeh berape
Bahan pokok udeh naik melambung setinggi tingginye
Untuk turun lagi berabe
Di jaman dulu katenye
Makan itu makan tak ada gijinye
Sehingga ade anekdotnye
Kalian itu bangsa tempe
Buktinye
Tidak ada bohon pokoknye
Kurang lebih tiga hari aje
Pengarunye ke mane-mane
Orang bilang permainan politik bisa-bisanye
Biar kita impor dari Negara tetangge
Biar dapat devisa katenye
Tetap konsumen pembeli terakhir kena imbasnye
Oh bangsa tempe
Politik tempe
Negara tempe
Yang mengadalkan kedele
Dari negare sane
Padahal kite punye
Tane
Luasnye
Tidak ketulungan lebarnye
Nanem kedele aje
Suse
Janjinye
Gimane
Katanye kalau pilih gue
Jadi pemimpin ente-ente
Gue bakal makmurin
Semuanye
Bener nih ye
Namanye juga keledai eh kedele.
Udeh segitu aje
Semoga kita tidak jadi suse
Seterusnye
Abdulrachman Saleh S.
SIBUK
Bila orang sibuk mencari kursi empuk
Bila orang apa yang bisa dikeduk
Bila orang hanya bisa men unjuk
Bila orangpun menjadi tunduk
Bila orang itu demi waduk
Bila orang orang mau merunduk runduk
Dan bila orang asik meramu bubuk
Masa depan remaja banyka yang mabuk
Bila orang yang hidupnya seradak seruduk
Jika perlu siapa dulu yang ‘ditusuk’
Bila orang itu mulai tumpuk menumpuk
Bahan pokok yang harus sampai pada orang yang berhak dan berhuk
Karena mengharap keuntungan yang ditumpuk
Untuk mencapai target kursi empuk
Abdulrachman Saleh S.
BURUT
Bila penyakit itu yang disebut burut
Bila orang asik pada rebut
Membicarakan tentang buntut
Menghitung angka dari pantat sampai terkentut kentut
Dari awal sampai ujung di urut
Tanpa sadar uang habis menjadi susut
Otak pikiran perilaku mulai kusut
Bicara mulai ngawur tidak berurut
Mulai bicara yang tidak patut
Meninggalkan yang bersifat atribut
Badan semakin tua muka semakin kisut
Bila penyakit burut
Atau gila buntut
KEGOBLOKAN DARI SIFAT MANUSIA
Abdulrachman Saleh S 16.8.03
Ok
I
Goblok ada yang tumbuh dari lahir orok
Ada karena pendidikan yang sekarang di obok obok
Masuk pendidikan yang selalu banyak sogok
Atau masa kanak-kanak yang yang selalu di gaplok
Atau perjalanan hidsup dalam lautan suka duka yang serba borok
II
Tidak mau terima usulan pendapat rakyat yang mengangsok
Usulan tidak mau diterima karena takut dikata goblok
Yang penting ngels /ngelak dari pedang goorok
Karena takut digolok
III
Suatu negara kecil yang menjurus bokbrok
Yang mewnjadi Negara yang di olok-olok
Negara yang disebut jalan pernuh kelok
Tokoh agama berde bat paham baru dan paham ortodok
IV
Suatu Negara yang berdasarkan kedok-kedok
Banyak manusianya yang pintar penuh otak jorok
Pimpinan yang banyak lagu jalannya terserok-serok
Mau dibilang apa sudah penuh dengan para pemabok
V
Suatu Negara yang dipimpin orang jujur dan tidak sok
Hanya para penggundalnya yang merongrong dan menyodok
Suatu Negara kecil cepat atau lambat jatuh di tanah belok
Inilah yang disebut Negara yang mendekati ambok
VI
Suatu Negara kecil yang dipimpin orang pinter tapi jorok
Jalannya pemerintahan dipapah terbongkok-bongkok
Cepat atau lambat Negara kecil ini masuk dalam mangkok
Tinggal tengkurap lalu didorong dan di ogrok-ogrok
VII
it
Mencari orang pintar banyak tidak sulit
Mencari orang jujur sangat sulit
Mencari orang mengerti lebih sulit
Mencari orang lebih mengerti tambah sulit
Mencari orang yang tahu diri lebih-lebih sulit
VIII
An
Kegoblokan bukan dari keturunan
Bukan jaga dari hasil pendidikan
Atau hasil dari suatu asuhan
Karena diatas sana sama diciptakan
Jenis kelamin yang dibedakan
Karena lahir tanpa bekal dewasa baru punya akal-akalan
Kegoblokan punah dengan kerja keras dan kemauan yang mapan
Sekolah pengalaman
Sekolah kehidupan
Sekolah ketelitian
Sekolah keberanian
Sekolah nekad nekadan
Bukan sekolah tawuran
Sekolah kewaspadaan
Dan sekolah diri sendiri sebagai landasan
Bukan ikut ikutan
Karena tuntutan
KETIKA TENGAH MALAM
Abdulrachaman saleh S.
Sholat tahajud
Setelah selesai kita sujud
Badan kita diukur wujud
Badan kita telanjang tanpa sedikit selimud
Dikamar gelap lalu kita tutud
Celentang tidur menggelar perut gendud
Kain putih sprai slimut untuk menutup sampai janggud
Jangan memakai kipas angin bisa ribud
Jangan memakai A.C. dud
Biarkan udara panas yahud
Setelah itu muka kita diberi kapas pembalud
Kapas putih, mata kita, kuping kita, tangan kita bud
Sedakeb seperti tangan kita memeluk jamrud
Mata kita menatap langit kamar tempat kita sujud
Setelah itu mata kita dipejamkan
Membayangkan seolah olah kita sudah diujung maud
didalam kabur salud
Dan setelah itu renungkan arti dari enak di dunia atau dikubur
Berbalud-balud.
Ass207
KUTILANG BURUNG KUTILANG TERBANG DIATAS SANA
KALAU HILANG SUDAHLAH HILANG TUBUH DITINGGAl NYAWA
BURUNG PIPIT MAIN DISAWAH
HIDUP PELIT TIDAKLAH BERKAH
BURUNG HANTU BURUNG MALAM
KALAU SUDAH MAIN JANGAN BIARKAN SAMPAI TENGGELAM
BURUNG KAKAK TUA MENCLOK DI JENDELA
BIAR SUDAH RENTA SEMANGAT MASIH ADA
BURUNG JALAK DI ATAS KERBAU
GALAK SI GALAK ASAL YANG UNSURNYA MENGHIMBAU.
BURUNG BEO BANYAK DIGEMAR ORANG
BANYAK ORANG MEMBEO DARIPADA DI SERANG
BANYAK BURUNG CICAK RAWA DI SARANGNYA
UNTUK HIASAN DI KANDANG RUMAHNYA
BANYAK ORANG MENCAK MENCAK TIDAK KERUAN
KARENA KALAH DIPOSISINYA.
qI aDUL 4 jUNI 2009
pULO gEBANG PERMAI
BOM-BOM
12 Agustus 2003, Abdulrachman Saleh S.(q aDul)
A
Mengebom adalah perbuata sia-sia
Atau melakukan sesuatu demi cita-cita
Atau demi kepentingan yang menamakan dirinya anti Amerika
Yang melakukan padea suatu saat kena batunya
B
Mengebom adalah perbuatan biadab
Atau melakukan suatu karena tak punya adab
Atau demi kepentingan yang menamakan dirinya punya sebab
Yang melakukan pada suatu saat kena pasal dan bab
E
Mengebom adalah perbuatan yang sangat berabe
Atau melakukan suatu karena intrusi babe-babe
Atau demi kepentingan yang menamkan dirinya
Anti tempat hiburan dan karoke
Yang melakukan pada suatu saat kena kutukan toke
G
Mengebom adalah perbuatan yang suka ‘ambeg’
atau melakukan suatu karena kurang sreg
Atau demi kepentingan yang manamakan dirinya kelompok rangseg
(perang segera)
Yang melakukan pada suatu saat kena gedibag gedibeg
H
Mengebom adalah suatu perbuatan yang ‘wah’
Atau melakukan suatu karena wabah
Atau demi kepentingan yang menamakan dirinya anti eropah
Yang melakukan pada suatu saat kena getah
I
Mengebom adalah perbuatan yang sangat berani
Atau melakukan suatu karena penjagaan tidak seperti
Atau demi kepentingan yang menamakan dirinya pasukan bunuh diri
Yang melakukan akan kena hukuman mati
K
Mengebom adalah suatu perbuatan yang sangat norak
Atau melakukan karena suatu corak
Atau demi kepentingan yang menamakan dirinya kepentingan orang banyak
Yang melakukan akan kena dampak
L
Mengebom apakah tidak ada rasa menyesal
Atau melakukan itu wajar orang-orang yang menemui ajal
Atau demi kepentingan yang menamakan dirinya anti dajal
Yang melakukan pada suatu saat juga meninggal
Mengebom adalah perbuatan yang sangat mashul
Atau melakukan karena orang banyak pengabdi tahayul
Atau demi kepentingan yang menamakan dirinya antu Tuyul
Yang melakukan pada suatu saat kena bisul-bisul
(kena bahan peledak)
M
Mengebom sepertinya suatu perbuatan yang sudah umum
Atau melakukan karena hal yang beranggapan maklum
Atau demi kepentingan yang menamkan dirinya kelompok UN atau UM
N
Mengebom adalah perbuatan yang tidak punya prikemanusiaan
Atau dilakukan karena ketidak puasan
Atau demi kepentingan suku agama atau golongan
Orang yang melakukan akan kena hukuman
O
Mengebom adalah perbuatan sembrono
atau melakukan karena ambil resiko
Atau demi kepentingan yang menamakan dirinya
tidak mau disebut kelompok bodo
Orang yang melakukan akan kena ranjao
P
Mengebom adalah perbuatan yang berharap
Atau perbuatan karena prinsip dan sikap
Atau demi kepentingan yang tidak puas karena TAP-TAP
Yang melakukan akan kena tangkap
R
Me4ngebom adalah perbuatan terror
Atau perbuatan dikarenakan karena honor
Atau demi kepentingan yang mengatas namakan dirinya kelompok bodor
Yang melakukan akan kena dor-dor
S
Mengebom adalah perbuatan sadis
Atau perbuatan dikarenakan akibat sinis
Atau demi kepentingan yang menamkan dirinya teroris
Yang melakukan akan kena dan habis
T
Mengebom adalah perbuatan yang sangat nekat
Atau melakukan karena tekad bulat
Atau demikepentingan sujatui ajaran yang mutlak dan sangat
Yang melakukan pada suatu saat dicabut nyawanya oleh Malikat
Mengebom adalah perbuatan yang sangat tidak tepat
Atau melakukan karena ingin cepat kiamat
Atau demi kepentingan saingan bisnis yang sangat ketat
Yang mel;akukan pada suatu saat kena laknat
U
Mengebom perbuatan yang tidak ada rasa haru
Atau melakukan karena cemburu
Atau demi kepentingan orang yang sangat perlu
Yang melakukan pada suatu saat diburu terus diburu
Mengbom
Banyak orang kena Bom, cacad hidup, sekarat, dan mati
Yang jadi korban tidak begitu pasti, sasaran itu atau ini
Rakyat kecil, orang sipil tidak peduli
Ukuran adalah demi Ambisi
Sentimen pribadi
Membela diri
Tidak mau disebut iri
Ditambah dengki
Cukup karfena Emosi
Mari kita berharap semoga ini tidak terulang lagi
cukup sampai disini
Jangan terulang lagi
Hidup sangat susah
Banyak rakyat kecil kena getah
Sedang mereka asik disanah
Mempersiapkan pisau golok, kampak yang sudah di asah
Seperti dunia sebentar akan punah.
Kumpulan Artikel
“THE MASTER”
Membaca artikel harian Republika tgl 7 juni 2009 mengenai artikel
dengan judul utama tetapkan status hukum tayangan THE MASTER.
tayangan the Master yang ditayangkan di tv swasta dengan judul reality show ‘the master’ mendapat sorotan dari sejumlah, pemimpin pondok pesantren Jawa Timur, terutama pesantren Abu Dzarrin, Pondok Pesantren Al Fatimah (Bojonegoro), Pondok Pesantren Lirboyo (Kediri), Tanggir (Tuban), Sidogiri (Pasuruan), Langitan (Tuban), Pondok Gilang (Lamongan), dan Al-khozini (Sidoharjo). Tayangan tersebut diatas dianggap telah melampaui batas terutama dalam adegan-adegan bahaya dan tidak masuk akal ,dan diduga permainan itu dibantu dengan mahluk halus .sehingga dari beberapa pesantren menunjukan bahwa permainan itu dianggap telah bersekutu dengan setan.
Atas dasar pertimbangan itu jelas Khoirul Rozi sebagai koordinator forum Bahtsul Masail (penetapan hukum) apa yang dipertontonkan itu hukumnya haram. Oleh karena itu, warga masyrakat juga diharamakan menontonya. Pengharaman itu didasarkan atas pertimbanagn taffaruj bil ma’ashi (merasa senang dengan adanya kemungkaran). “Mempercayai tayangan tersebut sama halnya percaya kekuatan selain Allah” didasari atas buku/kitab Bughayatul Mustaryidin, pada halaman 298 – 299, diterangkan bahwa pertunjukan semacam itu dikatagorikan sebagai sihir yang hukumnya haram. Kecuali jika ‘The master’ masuk dalam kategori petunjuk dari Allah barulah diperbolehkan. Itupun dengan catatan yang melakukannya harus orang yang teguh iman dan tidak mebayakan orang lain.
Menanggapi penetapan hukum haram itu. pejabat humas RCTI, Hafni Damayanti, mengatakan , jika para kiyai menduga ada unsur mistik atau keterlibatan makhluk halus dalam ‘The Master’ dugaan itu tidak tepat. karena permainan itu semua hanya trik-trik para pemainnya. Untuk membuktikannya silahkan pak Kiyai menonton tayangan ini secara langsung sehingga akan mengetahui bagaimana para pemain melakukan trik-trik.
Bagi penulis yang memang itu semua itu trik dan penulis sendiri pernah membaca di majalah Intisari mengupas tentang dibalik panggung sulap dan atraksi sebagainya, serta pernah menonton di tv swasta yang sama RCTI mengupas juga tayangan langsung dibalik panggung sulap dan atraksi seperti The Master ini.
Tapi bagi masyarakat awam yang belum paham trik, dan mistik maka harus ada sosialisasi kewajiban kita bersama untuk menjelaskan apakah tontonan ini ada manfaatnya atau tidak.
Disisi lain RCTI memburu rating dan sponsor perusahan serta biaya produksi yang harus ditayangkan, sedangkan mayarakat masih banyak kurang hiburan. Penyaji apakah tidak selektif yang penting ide kreatif, sedang masyarakat yang pasif yang penting menonton tidak lagi selektif. Maka tidak ada titik temu. Untuk tuntutan tayangan dan ide ide hiburan perlu ditayangkan. sedangkan masyarakat kurang hiburan dan baginya hiburan itu menarik yah klop. Lalu siapa yang bertanggung jawab?, bahwa ini menciptakan kebodohan, keterbelakangan, pengkikisan Iman, dan akidah dengan trik-trik.
Qi Adul E-mail q_adul@yahoo.com
htt//ki Adul@blogger.co
FRIENDSTER DAN FACEBOOK
Dalam tulisan Harian Republika tgl 30 Mei 2009 tentang Face Book VS Fatwa haram yang ditulis oleh Zainal Alimuslim Hidayat (Analis di Fakultas ilmu Komputer UI) dan (republika on line 23/5)
Facebook yang digemari oleh kalangan muda ini telah menuai kontroversi. Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMPP) se-Jawa Timur mengharamkam pengunaan jejaring sosial seperti friendster dan facebook yang berlebihan. Fatwa ini cukup menghentak dikalangan facebooker.
Jumlah pengguna facebook saat ini sudah sangat mengurita.` lebih dari 225 juta orang menjadi warga setia facebook hingga mei 2009.
Bagaimana di negara kita? sebanyak 17,78 persen (2,3) juta dari total pengguna internet.
Situs ciptaan Mark Zuckerberg. Keunggulan Facebook ini,terutama karena kemampuannya yang memungkinkan orang untuk saling berkomunikasi mencari dan dan berbagi informasi secara efisien.
Situs ini menjadi tempat faforit untuk bernostalgia dengan teman lama, tetapi juga ampuh untuk membangun jaringan pertemanan baru.
Selain itu faktor lain yang penting dicatat facebook digemari karena situs ini relatif aman, nyaman, sehat dan mudah digunakan. perangkat online lain seperti e-mail, blog, album foto chatting room
Persoalan pada individu facebook bisa menjadi kecanduan pada penggunanya.
Dikalangan pelajar facebook diduga telah mengalahkan waktu untuk belajar. Begitu juga di pesantren yang kurikulumnya sudah memakai internet.
Di Kampus universitas Indonesia sejak pertengahan Mei 2009 mulai membatasi akses mahasiswa dan facebook hanya bisa diakses selepas jam 4 sore.
Tantangan beragama
Tumbuhnya kemajuan jaman dan kemajuan teknologi generasi digital, ini merupakan tantangan besar, selain TV yang penayangan tanpa filter, menjamurnya pusat belanja(mal), hiburan terbuka, yang membuat agama ‘tersisih’ ditambah lagi facebook yang menggurita.
Dalam kasus facebook, akrab dengan situs tersebut berarti sangat menyita waktu (time consuming). Bagi banyak remaja berlebihan menggunakan facebook potensial mengabaikan tugas belajar mereka, termasuk kewajiban mendalami agama.
Namun dibandingkan dengan tayangan tivi yang banyak tidak mendidik. facebook dampaknya tidak begitu kuat.
Sudah menjadi tugas pokok ulama membimbing umatnya terlebih generasi muda - ke jalan yang benar.
Pertama, perlunya menanamkan kesadaran berteknologi yang sehat.
Kedua, harus dihindari kesan seolah olah agama memusuhi teknologi.
Kesimpulan :
Teknologi diatas Tuhan atau teknologi dibawah tuhan atau kita menuhankan Teknologi. Mari kita bertanya pada diri sendiri.
Atau kita sudah menjauhi tuhan lebih akrab dengan tehnologi, sehingga banyak orang menuding agama hanya bisa mengelurakan Fatwa mengharamkan Teknologi.
Q Adul E-mail q_adul@yahoo.com
htt//ki Adul@blogger.co
“PERTANYAAN-PERTANYAAN?”
Qi-Adul - fille – kum.artikel.
Sekarang-sekarang ini banyak pertanyaan oleh atas nama masyarakat, ketua dari suatu organisasi, ketua dari comunitas anu dan dari para mahasiswa, tokoh politik, Para pemuka agama agama, budayawan, olah ragawan, pakar ekonomi, aliansi kebangsaan dan lain-lain. Bertanya pada apa yang disebut debat calon president yang akan datang, dalam ajang mereka berkampanye di layar kaca untuk merencanakan masa depan untuk Indonesia di masa selanjutnya. Ketika setiap calon president dan calon wakil president berbicara masalah kemakmuran di masa akan datang. Timbul pertanyaan-pertanyaan yang kadang sifatnya nyeleneh, seperti uji coba kemampuan calon presiden, atau tidak tahu sama sekali, apa yang baru saja disampaikan?, atau pertanyaan-pertanyaan yang sudah direkayasa, dari belakang panggung kampanye, pertanyan-pertanyaan yang sifat tidak membangun.
Pertanyaan – pertanyaan banyak seperti mencoba kemampuan yang ditanya. atau sebenarnya memang dia tidak tahu sama sekali maka ia bertanya. Maksud dan tujuan atau misi dan visinya mau kemana nanti pemerintahan yang baru. Ada yang sudah tahu, pemerintahan baru ini akan dibawa kemana cuma pura-pura tanya, sebagai menambah suasana agar komunikasi dua arah menjadi hidup saja. Pertanyaan kanak-kanak sampai pertanyaan dewasa, pertanyaan tak ada bobot sama sekali. Sampai pertanyaan yang punya bobot. Ada pertanyaan yang memerlukan jawaban pilihan ganda, ada pertanyaan yang memerlukan jawaban cukup dijawab satu saja. Ada pertanyaan yang bisa dijawab langsung seketika, ada pertanyaan besok atau lusa jawabanya, karena yang ditanya belum bisa menjawab seketika. Masih ada yang bertanya apakah negara kita sudah termasuk penganut Demokrasi, pertanyaan yang masih menanyakan tentang NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Juga masih ada yang bertanya sekitar apa sih kemakmuran Indoinesia itu sampai dimana?, dan yang bertanya untuk siapa-siapa saja?. Semua bertanya pada sang calon pemimpin Negara. Ada pertanyaan yang sangat sulit menurut yang ditanya. Apa pertanyan yang mudah langsung dijawab seketika.
Ada lagi yang bertanya seperti kata bijak yang ditulis President AS. J. Kenedy.
“My Fellow American’s ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country”
“Saudara-saudara setanah air Amerika, jangan tanyakan apa yang dapat dilakukan negerimu untukmu, tetapi tanyakan apa yang dapat kau lakukan untuk negerimu.”
Bukan saja orang-orang Amerika yang menanyakan apa yang didapat dari Negara dari sumbangsihnya sebagai abdi negera.?
Di Negara kita juga tidak luput dari pertanyaan seperti itu, mungkinkah itu?.
Bukan di tingkat Negara ada yang lebih tingkat dan lebih maha luas orang masih bertanya?.
“Apakah saya nanti Masuk sorga ketika saya sudah tidak ada?.”
“Ada yang bertanya pada diri sendiri masuk sorga atau Neraka urusan yang Disana.”
Bukan bertanya pada diri sudahkah saya melakukan tuntunan-Nya atas peritah-Nya, mana yang dilarang dan mana yang boleh dilaksanakan.?
Kesimpulan :
Kita masih dibayangi dengan pertanyaan-pertanyaan yang kadang kita tidak langsung menerima suatu ajaran atau tuntunan yang sudah layak harus di ikuti dan dilaksankan. Kalimat tanya seperti tidak menyakini suatu tuntunan itu yang mestinya sudah tinggal mengikuti.
Hidup dalam lingkaran ke duniawian tidak semua harus ditanyakan kalau sudah ada aturan dan undang-undang, yang patut dipertanyakan adalah yang semestyinya perlu dipertanyakan?.
Hidup dalam kultur Agama tidak harus dipertanyakan apa yang diperintah dan apa yang diajarkan oleh Yang Maha Kuasa itu harus di ikuti tidak perlu diperdebatkan, masalahnya adalah keyakinan. (bukan doktrin loh)
Keyakinan di dalam peraturan hidup di dunia dengan
rambu rambu dan undang-undang yang berlaku pada Negara masing-masing berbeda-beda secara lokal.
Keyakinan dalam kultur Agama, keyakinannya dalam beragama masing-masing beda secara global.
Kalau Secara lokal karena banyak dipengaruhi kebudayaan dan tradisi yang sudah terbentuk dari sejak dahulu secara lokal.
Berlaku di tempat ini belum tentu berlaku ditempat sana.
(Tidak perlu dipertanyakan, diperdebatkan, yang perlu mari kita bersama-sama menyadarkan bahwa itu tidak ada dalam ajaran Al Qur’an maupun Hadits).
“Mari kita masing-masing bertanya pada diri kita sendiri, sudah berbuat apa kita pada Agama? sudah berbuat apa kita untuk keluarga kita?, sudah berbuat apa kita pada lingkungan/masyrakat kita?, dan sudah berbuat apa kita pada Negara kita?.”
Dan apakah kita?, cuma hanya bisa bertanya pada manusia, alam, atau isi Dunia tidak terpikir bahwa kita masih bisa bertanya pada yang Menciptakan kita, yang menghidupkan kita, yang mematikan kita?.
(QS; 2:284).
P.G.P 3.7.09
Cakil( catatan kecil) q-adul
E-mail q_adul@yahoo.com
http://d-humaniora.blogspot.com
Google d_yak
PENYAKIT KITA ADA 3
Kata Ustad sejuta Umat.(dulu)
(Ustadz Zainuddin MZ)
KUTIL = Kurang Teliti
Kudis = Kurang disiplin
Kurap = Kurang Rapi
Begitu dalam cerahmanya :
Tambahan, dari Penulis
Kutil : KurangTinjauan Ilmu
(Kurang kajian)
Kudis : Kurang Diskusi dua
belah
pihak, atau dengan
pihak pihak lain.
Kurap : Kurang hafalan, yang
disunahkan lebih dulu
dihafalin dibandingkan
Al Qur’an yang wajib
jadi sunnah.
Ada lagi penyakit yang menghantui kita setiap individu :
T.B. C.
Tahayul
Bid’ah
Curafat.
Kata ustadz Abu Didat
Penulis tambah artinya :
T: Tidak mau tahu(masa bodoh)
B: Bodoh (Kadang pintar
agamanya tapi tidak
punya Etika)
C: Cukup sampai disitu. (Tidak
mau belajar ilmu yang
lain/, Ilmu Akherat saja.
Ilmu dunia diabaikan.
P.G.P 3.7.09
Cakil( catatan kecil) q-adul
E-mail q_adul@yahoo.com
http://d-humaniora.blogspot.com
Google d_yak
Viruuuuus :
Istilah virus atau kuman yang bukan saja menyerang dengan kuman penyakit di tubuh manusia. Tapi ada juga virus yang masuk dalam alat komunikasi, alat tehnologi kita yang sering disebut serangan virus.
Virus atau kuman penyakit yang menyerang tubuh manusia tapi ada lagi virus atau kuman yang menyerang pada Agama.
Virus atau kuman yang menyerang manusia disembuhklan dengan obat atau dirawat secara keseluruhan dengan pengobatan dan istirahat dari segala kegiatan yang ditakutkan akan mengakibatkan Virus kerjanya lebih cept.
Virus di alat komunikasi atau sebut saja komputer, harus dibersihkan secara menyeluruh.
Virus-virus di tubuh Agama yang sangat mengejutkan dan membuat kotak-kotak Agama dan kebudayaan lokal yang takan lekang oleh panas dan takan luntur oleh hujan. Kadang Agama dibelakangkan sedang kebudayaan dikedepankan. Ini yang membentuk virus-virus yang menyerang manusia dengan kuman-kuman mepertahankan kebudayaan. Kuman-kuman ini yang lebih sulit dihilangkan dibandingkan virus yang ada komputer.
Virus komputer penulis, seperti virusd brontok yang bertulisan sebagai berikut dan selau nongol setiap kali penulis sedang mengimput tulisan : “Hukuman bagi koruptor kirim ke Nusa kambangan”. dan ada lagi beberapa kal;iumat yang menurut penulis menggangu tapi rupanya punya pesan atau missi
dan Yuyun cantix dalam tulisannya :
sebagai berikut Bukan dari tulang ubun ia dicipta, karena berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja.
Tak juga dari tulang kaki, karena nista membuatnya di injak dan diperbudak. Tapi dari tulang rusuk bagian kiri dekat ke hati untuk disayangi, dekat ke tangan untuk dilindungi.
(dikutip dari Agar Bidadari Cemburu Padamu)
Dalam surat Ali Imran QS;3 ayat 139
139. janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.
Didalam surat An Nur surat 24 ayat 30.
30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat".
Didalam surat Al – A’raf surat 7 ayat 26.
•
26. Hai anak Adam[530], Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa[531] Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.
[530] Maksudnya Ialah: umat manusia
[531] Maksudnya Ialah: selalu bertakwa kepada Allah.
Begitulah kalimat kalimat dari virus Internet yang bernama Yuyun cantik. Yang selalu mengunjungi Note book ku, dan kadang menulis Sorry I just nitip print thok.....
Aku Anggap virus itu baik bagi penulis dan bagus mengingatkan.
Yang paling parah adalah virus atau kuman yang tumbuh di tubuh iman atau aqidah.
Seperti adanya virus penyampaian yang tidak perlu lagi/tanpa disaring dan tidak punya filter kekebalan, dan lansung saja diterima. Dan apa yang disampaikan kadang ditelan tanpa dikunyah dan dirasakan, langsung kemakan di dalam hatinya dan diterima pada akalnya.Yang sesungguhnya itu belum tentu sesuai dengan tuntunan dan ajaran yang berlaku pada dirinya. Pada umumnya yang ia terima pada akal pribandinya. Inilah Virus-virus atau kuman kuman yang sangat berbahaya lebih dari penyakit-penyakit yang mewadah didunia sekarang. Khususnya bidang agama yakni khusus agama Islam.
Seperti suatu tex book/ajaran atau makalah dan kurikulum yang bisa menghanyutkan orang yang pada umumya, mereka ingin jalan pintas. Ingin cepat sukses ingin cepat kaya ingin cepat naik jabatannya. Ingin cepat lulus tanpa ujian. Inilah virus virus yang harus diwaspadai.
Dari virus Flu Burung, Flu Babi, Flue Mexico, Flu Honghong, dan yang sekarang lebih lagi membahayakan adalah.
Virus Influenza A-H1N1. Yang dalam catatan di Harian-harian penerbit (Surat kabar sangat memprihatinkan), bukan berarti tidak membayakan, hanya yang lebih membahayakan adalah virus Iman.
Di tubuh Iman ukurannya Barometer.
Di Tubuh Manusia ukurannya thermometer.
Ditumbuh manusia virus penyakit badanya terasa panas dingin
Ditubuh iman badannya terasa malas apalagi kalau malas segala-galanya bisa repot.
Cakil( catatan kecil) q-adul
E-mail q_adul@yahoo.com
http://d-humaniora.blogspot.com
Google d_yak
fille kum.artikel
Tumbal
Tumbal dari asli bahasa jawa yang sudah diendonesiakan menjadi : Sesuatu yang dipakai untuk menolak (penyakit dan sebagainya); untuk menolak bala, tolak bala.
Tumbal jw. 1. seuatu yang dipakai untuk menolak (penyakit dsb.), tolak bala:
putra Raja Sibanyak mengembara di kampung-kampung,sebab dibuang keluarganya sebagai tumbal.
2. kurban (pesembahan dsb.) untuk memperoleh sesuatu (yang lebih baik): mereka yang gugur itu merupakan tumbal negara dan tumbal bangsa. (Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke dua, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Pustakja 1995
Tumbal dalam bahasa Inggris: used to prevent disease or misfortune. sesaji kepala kerbau sbg. – bagi roh-roh di sekitarnya an offering of a water buffalo head as a pacifying gift for the surrounding spirits.
2 protective agent. Rakyat dijadikan tumbal pembangunan. The people become the protective guarantee of development. Simin gugur sebagai tumbal Revolusi. Simin died as a protector of the revolution.
Tumbal yang akan penulis sajikan adalah
Tumbal Desa/selamatan bumi
Tumbal Keluarga
Tumbal pesugihan
Tumbal Negara
Tumbal Revolusi
Tumbal Reformasi
Tumbal dari Pemerintahan lama ke pemerintahan baru.
Tumbal Aqidah alias tumbal Iman.
Nah yang paling tekankan oleh penulis adalah Tumbal Iman, Aqidah, sehingga menggadaikan Aqidah, menjual Aqidah begitulah kiranya. Suatu ceritera yang sangat populer dalam dunia Islam:
Dua orang pemuda masuk didalam suatu daerah yang harus memberikan tumbal jika masuk dalam wialyahnya dan mau tidak mau dua pemuda itu harus memberikan suatu tiket tumbal ke pada kepala suku tersebut karena suatu sarat untuk masuk wilayah tersebut :
Pemuda satu tidak mau memberikan tumbal karena di ajaran Islam tidak ada tumbal-tumbalan.
Syarat dari kepala suku, untuk masuk wilayah harus memberikan tumbal, jika tidak maka anak muda itu akan dipancung. Anaka muda yang satu, takut dipancung lalu bertanya kepada kepala suku.
“Apa tumbalnya?”.
“Apa saja, mau sapi, kerbau,kambing atau ayam” jawab kepala suku.
“Kalau lalat bagaimana?” jawab anak muda.
“Boleh saja”jawab kepala suku.
Lalu memberikan tumbalah anak muda itu dengan seekor lalat pikirannya “apalah arti seekor lalat? yang penting aku masuk wilayahnya dengan selamat tanpa dipenggal”.
Sedang anak muda yang satu kekeh tidak mau berkurban dan akhirnya dipenggal.
Ceritera berakhir dengan anak muda yang masuk wilayah dengan memberikan tumbal seekor lalat itu meninggal dunia Iamasuk Neraka. Sedang anak muda yang dipenggal lehernya tidak mau memberikan tumbal itu meninggal ia masuk surga.
Kesimpulan itu lah Islam, no compromotion tanpa kompromi tanpa kebijaksanaan, jika itu tidak ada di ajarkan atau tidak ada tuntunan dalam ajaran agama Islam jangan direka reka atau jangan di sepelekan dengan hanya kok seekor lalat saja masuk neraka. Pokok masalahnya adalah tumbal demi untuk keselamtan dirinya dan hanya untuk mengetahui wilayah orang lain dia mau menjual akidahnya dengan mau bertumbal dengan seeokor lalat yang dianggap remeh. Islam Kalau hitam, hitam, kalau putih putih, tak ada abu-abu, tak ada kekecualian,
Cakil( catatan kecil) q-adul
E-mail q_adul@yahoo.com
http://d-humaniora.blogspot.com
Google d_yak. fille kum. artikel
‘BOM’
(Banyak Orang Mabok)
Penulis ditanya pada suatu selang sehari terjadi pengeboman di Jakarta.
“Seandainya kamu diberi uang dengan nilai 2 m rupiah untuk bom bunuh diri mau tidak, tapi dengan honor tersebut dan kamu saat itu hanya nikmati mati sedang uang diberikan ke ahli waris?.” begitulah pertanyaan teman main main dengan tanpa merasa tidak ada beban dangan kalimat tersebut.
Penulis hanya menjawab. “Dengan kehidupan sekarang ini yang serba susah dan seandainya penulis diberi 10 m pun tidak minat apalagi kehidupan penulis seperti aku ini tidak banget banget susah, dan sekarang kehidupan cukup bahagia dengan keadaan apa adanya”. begitulah kata ku yang sebagai profesi penulis.
Lalu penulis tambahkan kalimat.
“Haramnya Bunuh Diri”
Manusia yang dicoba dengan sakit, diharamkan bunuh diri, begitu juga bila dicoba dengan cobaan yang lain. Karena hidupnya bukan kepunyaannya sendiri, tetapi hidupnya adalah milik Allah, yang telah menentukan ketentuan-ketentuan dan ajal-ajalnya, dan karena dengan mati itu amal-amalnya terputus, padahal hidup yang dijalani orang mukmin diharapkan baik baginya daripada kematian.
1. Bunuh diri mungkin dilakukan oleh orang-orang Islam, karena malu, sakit hati atau sakit menahun yang konon tidak ada harapan sembuh.
2. Bunuh diri adalah perbuatan yang diharamkan.
3. Adanya ayat-ayat dan Hadits-hadits yang melarang bunuh diri dan juga membunuh orang lain kecuali dengan haq untuk dibunuh, sekaligus beratnya hukuman perbuatan tersebut.
4. Dilarang mengharapkan kematian karena musibah yang menimpa. Apabila terpaksa harus melakukannya, maka hendaklah berdoa :
“Ya Allah, hidupkanlah aku, jika hidup itu lebih baik bagiku, dan matikanlah aku jika mati itu lebih baik bagiku.”
Allah akan selalu mencoba hamba-Nya, baik cobaan itu berupa keburukan atau dengan kebaikan, yang hal itu mendorong kita untuk bersabar. Sedangkan hikmah cobaan itu adalah untuk menghapus dosa hamba-Nya.
“Rasulullah tidak pernah mengajarkan umatnya melakukan kekerasan dalam hidup bermasyarakat”
“Muslim ialah seorang yang memberikan keamanan pada orang lain dari keburukan lisan dan tangannya”
(HR. Bukhary-Muslim)
Jika kita benar mencintai Allah, berarti kita mencintai seluruh ciptaan-Nya.
Hadis riwayat Anas bin Malik ra, ia berkata:
Nabi SAW. bersabda : Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda : tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Bukhari – Muslim).
BOM (Banyak Orang Menanya). “Kok bisa tidak terdeteksi orang membawa barang bahaya masuk hotel dengan tidak diwaspadai?”
Tambah bertanya yang satunya, “Alat itu kan cukup canggih bagaimana ya keamananya kok bisa lolos?.”
Ada yang menyaksikan datang bukan dari tangga hotel.
BOM (Banyak Orang Mengomentari).
Ada yang berkata “Dia kan masuk hotel Menginap di hotel berhari hari, bisa saja setiap harinya, misal hari pertama membawa kabel di kantong atau dia membawa dalam saku baju, hari kedua bawa baterey, hari ketiga bawa bubuk-bubuk peledak dan sebaginya, sehingga lengkap baru merakit di Hotel”. begitu dia mengomentari dan menjabarkan dengan persiapan yang mateng dan tiori yang sudah dikuasai dan medan atau lokasi, apalagi dia tahu alat yang tidak terdeteksi alat dari plastik sehingga ia selalu berusaha perangkat perangkat dari plastik yang akan dipergunakan untuk Bom.
BOM (Banyak Orang Menangis).
Bukan saja dari pihak keluarga yang kelurganya hilang kena musibah dan hilang nyawa sehingga Menangis dan sedih, handai tolan dan simpatisan banyak yang menangis dan menyesali kejadian ini.
BOM (Banyak Orang Mengutuk)
Dan menuduh bahwa itu perbuatan Orang Muslim Garis keras.
BOM (Bagi pribadi penulis Orang yang turut merasa Memprihatinkan).
Dibalik suatu kejadian diambil hikmahnya. Bagian untuk selanjutnya jangan lengah sesuai tugasnya Aparat RT, RW dan Kelurahan harus waspada dan identitas pendudukan jangan terlalu mudah untuk diterbitkan jangan terlalu terlena dan jangan mengandalkan sekarang jaman sudah aman Gembong teroris telah habis katanya. Ternyata Indonesia masih menjadi kandang teroris. Sebutan itu suka dan tidak suka terpaksa kita nikmati. Seperti kata Teman diatas mengomentari selain pengamanan yang lembek, jurang antara miskin dan kaya menganga lebar. Hidup manusia yang ingin cepat kaya, cepat tekenal dengan jalan pintas.
Ada yang bertanya “Sampai sekarang mengapa kepolisian belum bisa menangkap Nurdin M Top?”. “Jangan jangan dua tahun ini terasa aman?”. Maka anggaran untuk rencana menangkap para terorois diciutkan.
Ada yang bertanya “Sampai sejauh mana koordinasi inteljen tentara dan inteljen polisi?”. Ada yang bertanya “Jangan-jangan semuanya diserahkan ke
polisi?”. Kemudian dengan gampang, bila kecolongan terjadi Bom di depan mata maka saling bertanya-tanya. “Siapa yang lengah?.”
Ada yang mengomentari Teroris mendapat ladang yang nyaman di Indonesia . Masyarakat menganggap tidak berbahaya, karena itu tidak perlu melaporkanya kepada petugas. Ada yang mengatakan sitem administrasi kependudukan yang amburadul dengan mendapat Kartu kependudukan dimana dia berdomisi. Dan dengan bisa ia berganti ganti nama.
Rakyat tidak pernah habis dan tumbuh terus tumbuh. Dan begitu teroris pasti datang, tetapi kita tidak bisa memastikan “Kapan dan di mana?”. Tetapi banyak yang meyakini bahwa terorisme selalu dekat dengan......
Waspadalah dengan ledakan yang lebih besar dari ledakan BOM yang sesunggunya.
Banyak orang menyesali
Banyak orang Menyayangkan
Banyak Orang Membual
Banyak Orang Mensukuri
Banyak Orang Mengutuk
Banyak orang Membohong
Banyak Orang Mengomentari
Banyak Orang Menebak-nebak
Banyak Orang Memfitnah
Banyak Orang ‘Mabok’
Bangkitnya Orang ‘Miskin’
Banyak orang Menuduh
Bangkitnya ORANG MUSLIM
Banyak Orang Memanipulasi
Banyaknya Orang Menyingkat dengan dikait-kaikan dengan motif politik, kekecewaaan hasil pilpres,Sehingga Banyak Orang Mengkait-kaitkan dengan kedatangan tim sepak bola MU, kerusuhan, kerusuhan di Papua, persaingan bisnis.
Menanggapi kejadian-kejadian ini dan aksi-aksi teroris cara lainnya, sebaiknya semua pihak melihat secara proporsional.
Jangan peristiwa pengeboman terlalu jauh didramatisir dan dibawa ke politik untuk memojokan kelompok tertentu.
Kita tunggu dan kita beri kesempatana aparat
berwenang menuntaskan persoalan ini.
Cakil( catatan kecil) q-adul
E-mail q_adul@yahoo.com
http://d-humaniora.blogspot.com
Google d_yak. fille kum. artikel
Bahan bacaan :
Media Indonesi 18 Juli 2009
Bonus Khutbah Jum’at As-Sunnah edisi 01/Th.V/1421-2001
Republika 18 Juli 2009
Warta kota 18 Juli 2009
Kompas 19 Juli 2w009.
Obrolan dengan teman-teman.
PASCA PENGEBOMAN
DENGAN KEJADIAN YANG BUKAN MENGGEMPARKAN di Indonesia tapi berita ini sudah membahana ke Dunia Internasional sehingga yang paling tercoreng sekali bukan Indonesianya tapi Umat Muslim terutama Islamnya yang
Aku memuji-Mu setelah selesai sholat lima waktu.
Kata-kata yang ku ulang dan ku ulang sebanyak 33 kali setiap kita sesudah sholat fardhu ain dan ditutup satu mengesakan Alloh
Subhaanallaah 33 Maha suci Allah 33x
Alhamdulillah 33 Segala puji bagi Allah 33x
Allaahu akbar 33 Allah Maha Besar 33x
ditambah dengan mengesakan Allah.
Allahu akbar kabiiraw wal hamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiilaa.Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. wa laa haula wa laa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘azhiim.
Astaghfirullaahal ‘azhiim.
Allah Maha besra lagi sempurnaz kebesaran-Nya. dan segala puji bagi Allah, Mah Suci Allah pada pagi dan Sore. Tidak ada tuhan melainkan Allah. Satu tidak bersekuitu bagi-Nya, baginya kerajaan dan segala puji. Dia dzat yang menghidupkan dan Yang mematikan. Dia kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha luhur dan Maha Agung.
Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.
dengan membaca namamu yang sebanyak 99 asma Allah Asmaulhusnah.
Membaca artikel harian Republika tgl 7 juni 2009 mengenai artikel
dengan judul utama tetapkan status hukum tayangan THE MASTER.
tayangan the Master yang ditayangkan di tv swasta dengan judul reality show ‘the master’ mendapat sorotan dari sejumlah, pemimpin pondok pesantren Jawa Timur, terutama pesantren Abu Dzarrin, Pondok Pesantren Al Fatimah (Bojonegoro), Pondok Pesantren Lirboyo (Kediri), Tanggir (Tuban), Sidogiri (Pasuruan), Langitan (Tuban), Pondok Gilang (Lamongan), dan Al-khozini (Sidoharjo). Tayangan tersebut diatas dianggap telah melampaui batas terutama dalam adegan-adegan bahaya dan tidak masuk akal ,dan diduga permainan itu dibantu dengan mahluk halus .sehingga dari beberapa pesantren menunjukan bahwa permainan itu dianggap telah bersekutu dengan setan.
Atas dasar pertimbangan itu jelas Khoirul Rozi sebagai koordinator forum Bahtsul Masail (penetapan hukum) apa yang dipertontonkan itu hukumnya haram. Oleh karena itu, warga masyrakat juga diharamakan menontonya. Pengharaman itu didasarkan atas pertimbanagn taffaruj bil ma’ashi (merasa senang dengan adanya kemungkaran). “Mempercayai tayangan tersebut sama halnya percaya kekuatan selain Allah” didasari atas buku/kitab Bughayatul Mustaryidin, pada halaman 298 – 299, diterangkan bahwa pertunjukan semacam itu dikatagorikan sebagai sihir yang hukumnya haram. Kecuali jika ‘The master’ masuk dalam kategori petunjuk dari Allah barulah diperbolehkan. Itupun dengan catatan yang melakukannya harus orang yang teguh iman dan tidak mebayakan orang lain.
Menanggapi penetapan hukum haram itu. pejabat humas RCTI, Hafni Damayanti, mengatakan , jika para kiyai menduga ada unsur mistik atau keterlibatan makhluk halus dalam ‘The Master’ dugaan itu tidak tepat. karena permainan itu semua hanya trik-trik para pemainnya. Untuk membuktikannya silahkan pak Kiyai menonton tayangan ini secara langsung sehingga akan mengetahui bagaimana para pemain melakukan trik-trik.
Bagi penulis yang memang itu semua itu trik dan penulis sendiri pernah membaca di majalah Intisari mengupas tentang dibalik panggung sulap dan atraksi sebagainya, serta pernah menonton di tv swasta yang sama RCTI mengupas juga tayangan langsung dibalik panggung sulap dan atraksi seperti The Master ini.
Tapi bagi masyarakat awam yang belum paham trik, dan mistik maka harus ada sosialisasi kewajiban kita bersama untuk menjelaskan apakah tontonan ini ada manfaatnya atau tidak.
Disisi lain RCTI memburu rating dan sponsor perusahan serta biaya produksi yang harus ditayangkan, sedangkan mayarakat masih banyak kurang hiburan. Penyaji apakah tidak selektif yang penting ide kreatif, sedang masyarakat yang pasif yang penting menonton tidak lagi selektif. Maka tidak ada titik temu. Untuk tuntutan tayangan dan ide ide hiburan perlu ditayangkan. sedangkan masyarakat kurang hiburan dan baginya hiburan itu menarik yah klop. Lalu siapa yang bertanggung jawab?, bahwa ini menciptakan kebodohan, keterbelakangan, pengkikisan Iman, dan akidah dengan trik-trik.
Qi Adul E-mail q_adul@yahoo.com
htt//ki Adul@blogger.co
FRIENDSTER DAN FACEBOOK
Dalam tulisan Harian Republika tgl 30 Mei 2009 tentang Face Book VS Fatwa haram yang ditulis oleh Zainal Alimuslim Hidayat (Analis di Fakultas ilmu Komputer UI) dan (republika on line 23/5)
Facebook yang digemari oleh kalangan muda ini telah menuai kontroversi. Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMPP) se-Jawa Timur mengharamkam pengunaan jejaring sosial seperti friendster dan facebook yang berlebihan. Fatwa ini cukup menghentak dikalangan facebooker.
Jumlah pengguna facebook saat ini sudah sangat mengurita.` lebih dari 225 juta orang menjadi warga setia facebook hingga mei 2009.
Bagaimana di negara kita? sebanyak 17,78 persen (2,3) juta dari total pengguna internet.
Situs ciptaan Mark Zuckerberg. Keunggulan Facebook ini,terutama karena kemampuannya yang memungkinkan orang untuk saling berkomunikasi mencari dan dan berbagi informasi secara efisien.
Situs ini menjadi tempat faforit untuk bernostalgia dengan teman lama, tetapi juga ampuh untuk membangun jaringan pertemanan baru.
Selain itu faktor lain yang penting dicatat facebook digemari karena situs ini relatif aman, nyaman, sehat dan mudah digunakan. perangkat online lain seperti e-mail, blog, album foto chatting room
Persoalan pada individu facebook bisa menjadi kecanduan pada penggunanya.
Dikalangan pelajar facebook diduga telah mengalahkan waktu untuk belajar. Begitu juga di pesantren yang kurikulumnya sudah memakai internet.
Di Kampus universitas Indonesia sejak pertengahan Mei 2009 mulai membatasi akses mahasiswa dan facebook hanya bisa diakses selepas jam 4 sore.
Tantangan beragama
Tumbuhnya kemajuan jaman dan kemajuan teknologi generasi digital, ini merupakan tantangan besar, selain TV yang penayangan tanpa filter, menjamurnya pusat belanja(mal), hiburan terbuka, yang membuat agama ‘tersisih’ ditambah lagi facebook yang menggurita.
Dalam kasus facebook, akrab dengan situs tersebut berarti sangat menyita waktu (time consuming). Bagi banyak remaja berlebihan menggunakan facebook potensial mengabaikan tugas belajar mereka, termasuk kewajiban mendalami agama.
Namun dibandingkan dengan tayangan tivi yang banyak tidak mendidik. facebook dampaknya tidak begitu kuat.
Sudah menjadi tugas pokok ulama membimbing umatnya terlebih generasi muda - ke jalan yang benar.
Pertama, perlunya menanamkan kesadaran berteknologi yang sehat.
Kedua, harus dihindari kesan seolah olah agama memusuhi teknologi.
Kesimpulan :
Teknologi diatas Tuhan atau teknologi dibawah tuhan atau kita menuhankan Teknologi. Mari kita bertanya pada diri sendiri.
Atau kita sudah menjauhi tuhan lebih akrab dengan tehnologi, sehingga banyak orang menuding agama hanya bisa mengelurakan Fatwa mengharamkan Teknologi.
Q Adul E-mail q_adul@yahoo.com
htt//ki Adul@blogger.co
“PERTANYAAN-PERTANYAAN?”
Qi-Adul - fille – kum.artikel.
Sekarang-sekarang ini banyak pertanyaan oleh atas nama masyarakat, ketua dari suatu organisasi, ketua dari comunitas anu dan dari para mahasiswa, tokoh politik, Para pemuka agama agama, budayawan, olah ragawan, pakar ekonomi, aliansi kebangsaan dan lain-lain. Bertanya pada apa yang disebut debat calon president yang akan datang, dalam ajang mereka berkampanye di layar kaca untuk merencanakan masa depan untuk Indonesia di masa selanjutnya. Ketika setiap calon president dan calon wakil president berbicara masalah kemakmuran di masa akan datang. Timbul pertanyaan-pertanyaan yang kadang sifatnya nyeleneh, seperti uji coba kemampuan calon presiden, atau tidak tahu sama sekali, apa yang baru saja disampaikan?, atau pertanyaan-pertanyaan yang sudah direkayasa, dari belakang panggung kampanye, pertanyan-pertanyaan yang sifat tidak membangun.
Pertanyaan – pertanyaan banyak seperti mencoba kemampuan yang ditanya. atau sebenarnya memang dia tidak tahu sama sekali maka ia bertanya. Maksud dan tujuan atau misi dan visinya mau kemana nanti pemerintahan yang baru. Ada yang sudah tahu, pemerintahan baru ini akan dibawa kemana cuma pura-pura tanya, sebagai menambah suasana agar komunikasi dua arah menjadi hidup saja. Pertanyaan kanak-kanak sampai pertanyaan dewasa, pertanyaan tak ada bobot sama sekali. Sampai pertanyaan yang punya bobot. Ada pertanyaan yang memerlukan jawaban pilihan ganda, ada pertanyaan yang memerlukan jawaban cukup dijawab satu saja. Ada pertanyaan yang bisa dijawab langsung seketika, ada pertanyaan besok atau lusa jawabanya, karena yang ditanya belum bisa menjawab seketika. Masih ada yang bertanya apakah negara kita sudah termasuk penganut Demokrasi, pertanyaan yang masih menanyakan tentang NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Juga masih ada yang bertanya sekitar apa sih kemakmuran Indoinesia itu sampai dimana?, dan yang bertanya untuk siapa-siapa saja?. Semua bertanya pada sang calon pemimpin Negara. Ada pertanyaan yang sangat sulit menurut yang ditanya. Apa pertanyan yang mudah langsung dijawab seketika.
Ada lagi yang bertanya seperti kata bijak yang ditulis President AS. J. Kenedy.
“My Fellow American’s ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country”
“Saudara-saudara setanah air Amerika, jangan tanyakan apa yang dapat dilakukan negerimu untukmu, tetapi tanyakan apa yang dapat kau lakukan untuk negerimu.”
Bukan saja orang-orang Amerika yang menanyakan apa yang didapat dari Negara dari sumbangsihnya sebagai abdi negera.?
Di Negara kita juga tidak luput dari pertanyaan seperti itu, mungkinkah itu?.
Bukan di tingkat Negara ada yang lebih tingkat dan lebih maha luas orang masih bertanya?.
“Apakah saya nanti Masuk sorga ketika saya sudah tidak ada?.”
“Ada yang bertanya pada diri sendiri masuk sorga atau Neraka urusan yang Disana.”
Bukan bertanya pada diri sudahkah saya melakukan tuntunan-Nya atas peritah-Nya, mana yang dilarang dan mana yang boleh dilaksanakan.?
Kesimpulan :
Kita masih dibayangi dengan pertanyaan-pertanyaan yang kadang kita tidak langsung menerima suatu ajaran atau tuntunan yang sudah layak harus di ikuti dan dilaksankan. Kalimat tanya seperti tidak menyakini suatu tuntunan itu yang mestinya sudah tinggal mengikuti.
Hidup dalam lingkaran ke duniawian tidak semua harus ditanyakan kalau sudah ada aturan dan undang-undang, yang patut dipertanyakan adalah yang semestyinya perlu dipertanyakan?.
Hidup dalam kultur Agama tidak harus dipertanyakan apa yang diperintah dan apa yang diajarkan oleh Yang Maha Kuasa itu harus di ikuti tidak perlu diperdebatkan, masalahnya adalah keyakinan. (bukan doktrin loh)
Keyakinan di dalam peraturan hidup di dunia dengan
rambu rambu dan undang-undang yang berlaku pada Negara masing-masing berbeda-beda secara lokal.
Keyakinan dalam kultur Agama, keyakinannya dalam beragama masing-masing beda secara global.
Kalau Secara lokal karena banyak dipengaruhi kebudayaan dan tradisi yang sudah terbentuk dari sejak dahulu secara lokal.
Berlaku di tempat ini belum tentu berlaku ditempat sana.
(Tidak perlu dipertanyakan, diperdebatkan, yang perlu mari kita bersama-sama menyadarkan bahwa itu tidak ada dalam ajaran Al Qur’an maupun Hadits).
“Mari kita masing-masing bertanya pada diri kita sendiri, sudah berbuat apa kita pada Agama? sudah berbuat apa kita untuk keluarga kita?, sudah berbuat apa kita pada lingkungan/masyrakat kita?, dan sudah berbuat apa kita pada Negara kita?.”
Dan apakah kita?, cuma hanya bisa bertanya pada manusia, alam, atau isi Dunia tidak terpikir bahwa kita masih bisa bertanya pada yang Menciptakan kita, yang menghidupkan kita, yang mematikan kita?.
(QS; 2:284).
P.G.P 3.7.09
Cakil( catatan kecil) q-adul
E-mail q_adul@yahoo.com
http://d-humaniora.blogspot.com
Google d_yak
PENYAKIT KITA ADA 3
Kata Ustad sejuta Umat.(dulu)
(Ustadz Zainuddin MZ)
KUTIL = Kurang Teliti
Kudis = Kurang disiplin
Kurap = Kurang Rapi
Begitu dalam cerahmanya :
Tambahan, dari Penulis
Kutil : KurangTinjauan Ilmu
(Kurang kajian)
Kudis : Kurang Diskusi dua
belah
pihak, atau dengan
pihak pihak lain.
Kurap : Kurang hafalan, yang
disunahkan lebih dulu
dihafalin dibandingkan
Al Qur’an yang wajib
jadi sunnah.
Ada lagi penyakit yang menghantui kita setiap individu :
T.B. C.
Tahayul
Bid’ah
Curafat.
Kata ustadz Abu Didat
Penulis tambah artinya :
T: Tidak mau tahu(masa bodoh)
B: Bodoh (Kadang pintar
agamanya tapi tidak
punya Etika)
C: Cukup sampai disitu. (Tidak
mau belajar ilmu yang
lain/, Ilmu Akherat saja.
Ilmu dunia diabaikan.
P.G.P 3.7.09
Cakil( catatan kecil) q-adul
E-mail q_adul@yahoo.com
http://d-humaniora.blogspot.com
Google d_yak
Viruuuuus :
Istilah virus atau kuman yang bukan saja menyerang dengan kuman penyakit di tubuh manusia. Tapi ada juga virus yang masuk dalam alat komunikasi, alat tehnologi kita yang sering disebut serangan virus.
Virus atau kuman penyakit yang menyerang tubuh manusia tapi ada lagi virus atau kuman yang menyerang pada Agama.
Virus atau kuman yang menyerang manusia disembuhklan dengan obat atau dirawat secara keseluruhan dengan pengobatan dan istirahat dari segala kegiatan yang ditakutkan akan mengakibatkan Virus kerjanya lebih cept.
Virus di alat komunikasi atau sebut saja komputer, harus dibersihkan secara menyeluruh.
Virus-virus di tubuh Agama yang sangat mengejutkan dan membuat kotak-kotak Agama dan kebudayaan lokal yang takan lekang oleh panas dan takan luntur oleh hujan. Kadang Agama dibelakangkan sedang kebudayaan dikedepankan. Ini yang membentuk virus-virus yang menyerang manusia dengan kuman-kuman mepertahankan kebudayaan. Kuman-kuman ini yang lebih sulit dihilangkan dibandingkan virus yang ada komputer.
Virus komputer penulis, seperti virusd brontok yang bertulisan sebagai berikut dan selau nongol setiap kali penulis sedang mengimput tulisan : “Hukuman bagi koruptor kirim ke Nusa kambangan”. dan ada lagi beberapa kal;iumat yang menurut penulis menggangu tapi rupanya punya pesan atau missi
dan Yuyun cantix dalam tulisannya :
sebagai berikut Bukan dari tulang ubun ia dicipta, karena berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja.
Tak juga dari tulang kaki, karena nista membuatnya di injak dan diperbudak. Tapi dari tulang rusuk bagian kiri dekat ke hati untuk disayangi, dekat ke tangan untuk dilindungi.
(dikutip dari Agar Bidadari Cemburu Padamu)
Dalam surat Ali Imran QS;3 ayat 139
139. janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.
Didalam surat An Nur surat 24 ayat 30.
30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat".
Didalam surat Al – A’raf surat 7 ayat 26.
•
26. Hai anak Adam[530], Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa[531] Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.
[530] Maksudnya Ialah: umat manusia
[531] Maksudnya Ialah: selalu bertakwa kepada Allah.
Begitulah kalimat kalimat dari virus Internet yang bernama Yuyun cantik. Yang selalu mengunjungi Note book ku, dan kadang menulis Sorry I just nitip print thok.....
Aku Anggap virus itu baik bagi penulis dan bagus mengingatkan.
Yang paling parah adalah virus atau kuman yang tumbuh di tubuh iman atau aqidah.
Seperti adanya virus penyampaian yang tidak perlu lagi/tanpa disaring dan tidak punya filter kekebalan, dan lansung saja diterima. Dan apa yang disampaikan kadang ditelan tanpa dikunyah dan dirasakan, langsung kemakan di dalam hatinya dan diterima pada akalnya.Yang sesungguhnya itu belum tentu sesuai dengan tuntunan dan ajaran yang berlaku pada dirinya. Pada umumnya yang ia terima pada akal pribandinya. Inilah Virus-virus atau kuman kuman yang sangat berbahaya lebih dari penyakit-penyakit yang mewadah didunia sekarang. Khususnya bidang agama yakni khusus agama Islam.
Seperti suatu tex book/ajaran atau makalah dan kurikulum yang bisa menghanyutkan orang yang pada umumya, mereka ingin jalan pintas. Ingin cepat sukses ingin cepat kaya ingin cepat naik jabatannya. Ingin cepat lulus tanpa ujian. Inilah virus virus yang harus diwaspadai.
Dari virus Flu Burung, Flu Babi, Flue Mexico, Flu Honghong, dan yang sekarang lebih lagi membahayakan adalah.
Virus Influenza A-H1N1. Yang dalam catatan di Harian-harian penerbit (Surat kabar sangat memprihatinkan), bukan berarti tidak membayakan, hanya yang lebih membahayakan adalah virus Iman.
Di tubuh Iman ukurannya Barometer.
Di Tubuh Manusia ukurannya thermometer.
Ditumbuh manusia virus penyakit badanya terasa panas dingin
Ditubuh iman badannya terasa malas apalagi kalau malas segala-galanya bisa repot.
Cakil( catatan kecil) q-adul
E-mail q_adul@yahoo.com
http://d-humaniora.blogspot.com
Google d_yak
fille kum.artikel
Tumbal
Tumbal dari asli bahasa jawa yang sudah diendonesiakan menjadi : Sesuatu yang dipakai untuk menolak (penyakit dan sebagainya); untuk menolak bala, tolak bala.
Tumbal jw. 1. seuatu yang dipakai untuk menolak (penyakit dsb.), tolak bala:
putra Raja Sibanyak mengembara di kampung-kampung,sebab dibuang keluarganya sebagai tumbal.
2. kurban (pesembahan dsb.) untuk memperoleh sesuatu (yang lebih baik): mereka yang gugur itu merupakan tumbal negara dan tumbal bangsa. (Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke dua, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Pustakja 1995
Tumbal dalam bahasa Inggris: used to prevent disease or misfortune. sesaji kepala kerbau sbg. – bagi roh-roh di sekitarnya an offering of a water buffalo head as a pacifying gift for the surrounding spirits.
2 protective agent. Rakyat dijadikan tumbal pembangunan. The people become the protective guarantee of development. Simin gugur sebagai tumbal Revolusi. Simin died as a protector of the revolution.
Tumbal yang akan penulis sajikan adalah
Tumbal Desa/selamatan bumi
Tumbal Keluarga
Tumbal pesugihan
Tumbal Negara
Tumbal Revolusi
Tumbal Reformasi
Tumbal dari Pemerintahan lama ke pemerintahan baru.
Tumbal Aqidah alias tumbal Iman.
Nah yang paling tekankan oleh penulis adalah Tumbal Iman, Aqidah, sehingga menggadaikan Aqidah, menjual Aqidah begitulah kiranya. Suatu ceritera yang sangat populer dalam dunia Islam:
Dua orang pemuda masuk didalam suatu daerah yang harus memberikan tumbal jika masuk dalam wialyahnya dan mau tidak mau dua pemuda itu harus memberikan suatu tiket tumbal ke pada kepala suku tersebut karena suatu sarat untuk masuk wilayah tersebut :
Pemuda satu tidak mau memberikan tumbal karena di ajaran Islam tidak ada tumbal-tumbalan.
Syarat dari kepala suku, untuk masuk wilayah harus memberikan tumbal, jika tidak maka anak muda itu akan dipancung. Anaka muda yang satu, takut dipancung lalu bertanya kepada kepala suku.
“Apa tumbalnya?”.
“Apa saja, mau sapi, kerbau,kambing atau ayam” jawab kepala suku.
“Kalau lalat bagaimana?” jawab anak muda.
“Boleh saja”jawab kepala suku.
Lalu memberikan tumbalah anak muda itu dengan seekor lalat pikirannya “apalah arti seekor lalat? yang penting aku masuk wilayahnya dengan selamat tanpa dipenggal”.
Sedang anak muda yang satu kekeh tidak mau berkurban dan akhirnya dipenggal.
Ceritera berakhir dengan anak muda yang masuk wilayah dengan memberikan tumbal seekor lalat itu meninggal dunia Iamasuk Neraka. Sedang anak muda yang dipenggal lehernya tidak mau memberikan tumbal itu meninggal ia masuk surga.
Kesimpulan itu lah Islam, no compromotion tanpa kompromi tanpa kebijaksanaan, jika itu tidak ada di ajarkan atau tidak ada tuntunan dalam ajaran agama Islam jangan direka reka atau jangan di sepelekan dengan hanya kok seekor lalat saja masuk neraka. Pokok masalahnya adalah tumbal demi untuk keselamtan dirinya dan hanya untuk mengetahui wilayah orang lain dia mau menjual akidahnya dengan mau bertumbal dengan seeokor lalat yang dianggap remeh. Islam Kalau hitam, hitam, kalau putih putih, tak ada abu-abu, tak ada kekecualian,
Cakil( catatan kecil) q-adul
E-mail q_adul@yahoo.com
http://d-humaniora.blogspot.com
Google d_yak. fille kum. artikel
‘BOM’
(Banyak Orang Mabok)
Penulis ditanya pada suatu selang sehari terjadi pengeboman di Jakarta.
“Seandainya kamu diberi uang dengan nilai 2 m rupiah untuk bom bunuh diri mau tidak, tapi dengan honor tersebut dan kamu saat itu hanya nikmati mati sedang uang diberikan ke ahli waris?.” begitulah pertanyaan teman main main dengan tanpa merasa tidak ada beban dangan kalimat tersebut.
Penulis hanya menjawab. “Dengan kehidupan sekarang ini yang serba susah dan seandainya penulis diberi 10 m pun tidak minat apalagi kehidupan penulis seperti aku ini tidak banget banget susah, dan sekarang kehidupan cukup bahagia dengan keadaan apa adanya”. begitulah kata ku yang sebagai profesi penulis.
Lalu penulis tambahkan kalimat.
“Haramnya Bunuh Diri”
Manusia yang dicoba dengan sakit, diharamkan bunuh diri, begitu juga bila dicoba dengan cobaan yang lain. Karena hidupnya bukan kepunyaannya sendiri, tetapi hidupnya adalah milik Allah, yang telah menentukan ketentuan-ketentuan dan ajal-ajalnya, dan karena dengan mati itu amal-amalnya terputus, padahal hidup yang dijalani orang mukmin diharapkan baik baginya daripada kematian.
1. Bunuh diri mungkin dilakukan oleh orang-orang Islam, karena malu, sakit hati atau sakit menahun yang konon tidak ada harapan sembuh.
2. Bunuh diri adalah perbuatan yang diharamkan.
3. Adanya ayat-ayat dan Hadits-hadits yang melarang bunuh diri dan juga membunuh orang lain kecuali dengan haq untuk dibunuh, sekaligus beratnya hukuman perbuatan tersebut.
4. Dilarang mengharapkan kematian karena musibah yang menimpa. Apabila terpaksa harus melakukannya, maka hendaklah berdoa :
“Ya Allah, hidupkanlah aku, jika hidup itu lebih baik bagiku, dan matikanlah aku jika mati itu lebih baik bagiku.”
Allah akan selalu mencoba hamba-Nya, baik cobaan itu berupa keburukan atau dengan kebaikan, yang hal itu mendorong kita untuk bersabar. Sedangkan hikmah cobaan itu adalah untuk menghapus dosa hamba-Nya.
“Rasulullah tidak pernah mengajarkan umatnya melakukan kekerasan dalam hidup bermasyarakat”
“Muslim ialah seorang yang memberikan keamanan pada orang lain dari keburukan lisan dan tangannya”
(HR. Bukhary-Muslim)
Jika kita benar mencintai Allah, berarti kita mencintai seluruh ciptaan-Nya.
Hadis riwayat Anas bin Malik ra, ia berkata:
Nabi SAW. bersabda : Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda : tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Bukhari – Muslim).
BOM (Banyak Orang Menanya). “Kok bisa tidak terdeteksi orang membawa barang bahaya masuk hotel dengan tidak diwaspadai?”
Tambah bertanya yang satunya, “Alat itu kan cukup canggih bagaimana ya keamananya kok bisa lolos?.”
Ada yang menyaksikan datang bukan dari tangga hotel.
BOM (Banyak Orang Mengomentari).
Ada yang berkata “Dia kan masuk hotel Menginap di hotel berhari hari, bisa saja setiap harinya, misal hari pertama membawa kabel di kantong atau dia membawa dalam saku baju, hari kedua bawa baterey, hari ketiga bawa bubuk-bubuk peledak dan sebaginya, sehingga lengkap baru merakit di Hotel”. begitu dia mengomentari dan menjabarkan dengan persiapan yang mateng dan tiori yang sudah dikuasai dan medan atau lokasi, apalagi dia tahu alat yang tidak terdeteksi alat dari plastik sehingga ia selalu berusaha perangkat perangkat dari plastik yang akan dipergunakan untuk Bom.
BOM (Banyak Orang Menangis).
Bukan saja dari pihak keluarga yang kelurganya hilang kena musibah dan hilang nyawa sehingga Menangis dan sedih, handai tolan dan simpatisan banyak yang menangis dan menyesali kejadian ini.
BOM (Banyak Orang Mengutuk)
Dan menuduh bahwa itu perbuatan Orang Muslim Garis keras.
BOM (Bagi pribadi penulis Orang yang turut merasa Memprihatinkan).
Dibalik suatu kejadian diambil hikmahnya. Bagian untuk selanjutnya jangan lengah sesuai tugasnya Aparat RT, RW dan Kelurahan harus waspada dan identitas pendudukan jangan terlalu mudah untuk diterbitkan jangan terlalu terlena dan jangan mengandalkan sekarang jaman sudah aman Gembong teroris telah habis katanya. Ternyata Indonesia masih menjadi kandang teroris. Sebutan itu suka dan tidak suka terpaksa kita nikmati. Seperti kata Teman diatas mengomentari selain pengamanan yang lembek, jurang antara miskin dan kaya menganga lebar. Hidup manusia yang ingin cepat kaya, cepat tekenal dengan jalan pintas.
Ada yang bertanya “Sampai sekarang mengapa kepolisian belum bisa menangkap Nurdin M Top?”. “Jangan jangan dua tahun ini terasa aman?”. Maka anggaran untuk rencana menangkap para terorois diciutkan.
Ada yang bertanya “Sampai sejauh mana koordinasi inteljen tentara dan inteljen polisi?”. Ada yang bertanya “Jangan-jangan semuanya diserahkan ke
polisi?”. Kemudian dengan gampang, bila kecolongan terjadi Bom di depan mata maka saling bertanya-tanya. “Siapa yang lengah?.”
Ada yang mengomentari Teroris mendapat ladang yang nyaman di Indonesia . Masyarakat menganggap tidak berbahaya, karena itu tidak perlu melaporkanya kepada petugas. Ada yang mengatakan sitem administrasi kependudukan yang amburadul dengan mendapat Kartu kependudukan dimana dia berdomisi. Dan dengan bisa ia berganti ganti nama.
Rakyat tidak pernah habis dan tumbuh terus tumbuh. Dan begitu teroris pasti datang, tetapi kita tidak bisa memastikan “Kapan dan di mana?”. Tetapi banyak yang meyakini bahwa terorisme selalu dekat dengan......
Waspadalah dengan ledakan yang lebih besar dari ledakan BOM yang sesunggunya.
Banyak orang menyesali
Banyak orang Menyayangkan
Banyak Orang Membual
Banyak Orang Mensukuri
Banyak Orang Mengutuk
Banyak orang Membohong
Banyak Orang Mengomentari
Banyak Orang Menebak-nebak
Banyak Orang Memfitnah
Banyak Orang ‘Mabok’
Bangkitnya Orang ‘Miskin’
Banyak orang Menuduh
Bangkitnya ORANG MUSLIM
Banyak Orang Memanipulasi
Banyaknya Orang Menyingkat dengan dikait-kaikan dengan motif politik, kekecewaaan hasil pilpres,Sehingga Banyak Orang Mengkait-kaitkan dengan kedatangan tim sepak bola MU, kerusuhan, kerusuhan di Papua, persaingan bisnis.
Menanggapi kejadian-kejadian ini dan aksi-aksi teroris cara lainnya, sebaiknya semua pihak melihat secara proporsional.
Jangan peristiwa pengeboman terlalu jauh didramatisir dan dibawa ke politik untuk memojokan kelompok tertentu.
Kita tunggu dan kita beri kesempatana aparat
berwenang menuntaskan persoalan ini.
Cakil( catatan kecil) q-adul
E-mail q_adul@yahoo.com
http://d-humaniora.blogspot.com
Google d_yak. fille kum. artikel
Bahan bacaan :
Media Indonesi 18 Juli 2009
Bonus Khutbah Jum’at As-Sunnah edisi 01/Th.V/1421-2001
Republika 18 Juli 2009
Warta kota 18 Juli 2009
Kompas 19 Juli 2w009.
Obrolan dengan teman-teman.
PASCA PENGEBOMAN
DENGAN KEJADIAN YANG BUKAN MENGGEMPARKAN di Indonesia tapi berita ini sudah membahana ke Dunia Internasional sehingga yang paling tercoreng sekali bukan Indonesianya tapi Umat Muslim terutama Islamnya yang
Aku memuji-Mu setelah selesai sholat lima waktu.
Kata-kata yang ku ulang dan ku ulang sebanyak 33 kali setiap kita sesudah sholat fardhu ain dan ditutup satu mengesakan Alloh
Subhaanallaah 33 Maha suci Allah 33x
Alhamdulillah 33 Segala puji bagi Allah 33x
Allaahu akbar 33 Allah Maha Besar 33x
ditambah dengan mengesakan Allah.
Allahu akbar kabiiraw wal hamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiilaa.Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. wa laa haula wa laa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘azhiim.
Astaghfirullaahal ‘azhiim.
Allah Maha besra lagi sempurnaz kebesaran-Nya. dan segala puji bagi Allah, Mah Suci Allah pada pagi dan Sore. Tidak ada tuhan melainkan Allah. Satu tidak bersekuitu bagi-Nya, baginya kerajaan dan segala puji. Dia dzat yang menghidupkan dan Yang mematikan. Dia kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha luhur dan Maha Agung.
Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.
dengan membaca namamu yang sebanyak 99 asma Allah Asmaulhusnah.
Rabu, 22 Juli 2009
Langganan:
Postingan (Atom)